104 Santri Kukar Ikuti Wisuda Khotmil Quran 30 Juz Metode Tilawati ke-10 di Tenggarong

redaksi

DISTRIKNEWS.CO – Sebanyak 104 santri dari berbagai Taman Pendidikan Alquran (TPQ) di Kabupaten Kutai Kartanegara mengikuti Wisuda Khotmil Quran 30 Juz Bin Nazor Metode Tilawati ke-10 yang digelar oleh Tilawati Education Center (TEC) Regional 2 Kalimantan Timur. Kegiatan ini berlangsung khidmat di Masjid Agung Sultan Sulaiman, Tenggarong, Minggu (4/1/2025).

Wisuda tersebut menjadi momentum penting bagi ratusan santri yang telah menuntaskan pembelajaran membaca Alquran secara menyeluruh menggunakan Metode Tilawati. Para santri berasal dari 20 TPQ yang tersebar di empat kecamatan, yakni Sebulu, Loa Kulu, Tenggarong, dan Tenggarong Seberang.

Acara ini turut dihadiri oleh salah satu pendiri Metode Tilawati, Drs. H. Ali Muafa, yang juga merupakan Pimpinan Pondok Pesantren Al-Qur’an Nurul Falah Surabaya. Kehadirannya memberikan motivasi tersendiri bagi para santri, orang tua, serta para pendidik Alquran yang hadir dalam wisuda tersebut.

Direktur TEC Regional 2 Kaltim, Habib Zainuri, menjelaskan bahwa sebelum diwisuda, seluruh santri telah melalui tahapan ujian yang ketat. Ujian dilaksanakan pada 7 Desember 2024 dengan materi mencakup bacaan Alquran, penerapan hukum tajwid, pengetahuan ghorib musykilat, hingga kemampuan menulis ayat yang dibaca.

“Dalam ujian, halaman bacaan diacak oleh penguji. Santri tidak hanya diuji kelancaran, tetapi juga ketepatan tajwid dan pemahamannya. Ini untuk memastikan kualitas bacaan benar-benar terjaga,” ujar Habib Zainuri.

Ia menegaskan bahwa Wisuda Khotmil Quran bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari komitmen panjang untuk terus dekat dengan Alquran. Menurutnya, keberhasilan para santri tidak lepas dari peran besar orang tua yang mendampingi dan memberikan teladan di rumah.

“Anak-anak ini tidak berdiri sendiri. Ada perjuangan luar biasa dari orang tua di belakang mereka. Tanpa dukungan dan kesabaran orang tua, capaian ini tidak mungkin terwujud,” ungkapnya.

Habib Zainuri juga mengapresiasi peran para ustaz dan ustazah yang telah membimbing santri hingga khatam 30 juz. Ia berharap dedikasi para pendidik Alquran tersebut menjadi amal jariyah yang terus mengalir.

“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh ustaz dan ustazah. Mereka tidak hanya mengajarkan bacaan, tetapi juga membentuk karakter dan kecintaan terhadap Alquran,” katanya.

Di tengah tantangan era digital dan derasnya penggunaan gawai oleh anak-anak, Habib Zainuri menilai capaian para santri ini sebagai prestasi luar biasa. Menurutnya, tidak mudah bagi anak-anak saat ini untuk konsisten mengaji hingga khatam Alquran.

“Anak-anak sekarang menghadapi tantangan besar, banyak yang sudah kecanduan gadget. Namun para santri ini membuktikan bahwa Alquran tetap bisa menjadi pedoman utama,” ujarnya.

Ia pun berpesan agar para wisudawan tidak berhenti membaca dan mempelajari Alquran setelah khataman. Menurutnya, Alquran harus terus dibaca, dipahami, dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Hari ini bukan hari terakhir membaca Alquran, tapi hari membuka lembaran baru. Mudah-mudahan Alquran terus menjadi penolong dan pedoman hidup kita semua,” pungkasnya. (Zy)

Baca juga

Bagikan:

Tags

Apa yang Anda cari?