Aulia–Rendi Resmi Isi Kursi Kepemimpinan Kukar

redaksi

Pelantikan Bupati Kutai Kartanegara, Aulia-Rendi.

Distriknews.co, Samarinda – Kukar memulai era baru kepemimpinan dengan pelantikan Aulia Rahman Basri dan Rendi Solihin sebagai Bupati dan Wakil Bupati periode 2025–2030. Upacara sakral ini berlangsung pada Senin, 23 Juni 2025, di Pendopo Odah Etam Samarinda, langsung dipimpin Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud.

Pelantikan menutup babak panjang Pilkada Kukar yang dilanjutkan melalui Pemungutan Suara Ulang (PSU). Hasil resmi mencatat Aulia–Rendi memperoleh 209.905 suara sah, atau sekitar 57 persen, sehingga dominan memenangkan kontestasi secara jelas.

Proses PSU berlangsung lancar, tanpa gugatan dari peserta lain. Sikap sportif tampak dari para rival, termasuk Dendi Suryadi yang menyatakan “kompetisi telah usai” pasca pengumuman hasil, serta Awang Ya’coub yang memberi ucapan selamat terbuka. Sementara itu, petahana Edi Damansyah menutup masa tugasnya dengan tenang—tanpa polemik.

Gubernur Kaltim Rudy melihat pelantikan cepat sebagai upaya menjaga kesinambungan pemerintahan. Ia menekankan pentingnya sinergi antara Pemkab Kukar dan Pemprov Kaltim dalam bidang pendidikan, infrastruktur, dan layanan kesehatan. Rudy juga menyoroti posisi strategis Kukar sebagai kerajaan tertua dan penghasil kekayaan SDA.

Program yang berjalan sinergis antara daerah dan provinsi, seperti pendidikan gratis hingga jenjang S3 dan layanan kesehatan berbasis KTP, menjadi perhatian utama. Rudy meminta organisasi pendukung seperti TP PKK, Dekranasda, dan Posyandu untuk bekerja bersih, akuntabel, dan bebas KKN.

Bupati Aulia menegaskan ia tak mengenal periode transisi—program langsung dijalankan layaknya mengamalkan visi “Kukar Idaman Terbaik” tanpa jeda. Beberapa target prioritas tahun ini: memperluas jumlah nelayan produktif dari 25 ribu menjadi 100 ribu dan memperluas layanan kesehatan berbasis KTP.

Untuk memperbaiki infrastruktur, Aulia mengungkap telah tersedia pemetaan kondisi jalan di Kukar. Tantangan utama adalah luasan geografis dan sebaran penduduk, sehingga pemerintah menetapkan prioritas dan melaksanakan pembangunan secara efisien.

Pelantikan Aulia–Rendi menjadi simbol kedewasaan demokrasi, konsolidasi politik, dan harapan baru. Kukar menutup dinamika Pilkada dengan elegan dan terbuka menuju pemerintahan produktif dan inklusif. Momentum ini bukan awal tentang janji, tapi penerapan visi bersama bagi masyarakat Kutai Kartanegara.

(Adv/DiskominfoKukar)

Baca juga

Bagikan:

Apa yang Anda cari?