Dwi Hartono: Dari Crazy Rich Jambi Jadi Otak Pembunuhan Kacab BRI

redaksi

Dwi Hartono

Distriknews.co, Jakarta – Polisi telah menetapkan Dwi Hartono (DH) sebagai aktor intelektual di balik penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang BRI Cempaka Putih, Mohamad Ilham Pradipta. Kasus ini mengejutkan publik, mengingat reputasi DH sebagai tokoh inspiratif dan filantropis sukses.

Asal dan Awal Karier

Dwi Hartono lahir di Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, Jambi, pada 6 Oktober 1985. Ia lahir dalam keluarga sederhana dan merantau sejak kuliah pada 2006. Awalnya merintis usaha kecil seperti warung internet, persewaan PlayStation, kafe, hingga warteg.

Pada 2012, usahanya sempat bangkrut dan berutang hingga miliaran rupiah. Namun ia bangkit kembali dan membeli properti bernilai miliaran rupiah.

Jejak Bisnis dan Aktivitas Sosial
DH dikenal sebagai pengusaha flamboyant “crazy rich Jambi” dengan portofolio usaha di bidang properti, trading, perkebunan, dan platform bimbingan belajar online “Guruku” melalui PT Digitalisasi Aplikasi Indonesia (DAI). Ia juga menjalankan PT Hartono Mandiri Makmur yang bergerak dalam pengembangan perangkat lunak.

Pada 2015, ia mendirikan Hartono Foundation, yayasan yang memberikan beasiswa pendidikan dan bantuan kesehatan. Ia juga aktif memberi bantuan kepada korban kekerasan seksual.

Pengaruh Digital & Motivasi
Sebagai influencer dan motivator, Dwi aktif di Instagram dan YouTube dengan kanal “Klan Hartono”. Kanal ini memiliki 169 ribu subscriber dan 128 video membahas kewirausahaan, motivasi, investasi, dan gaya hidup. Beberapa kontennya terkenal, misalnya “9 ide bisnis online tanpa modal” dan “cara sukses sebelum usia 30”. Ia juga pernah membagikan beasiswa di depan Hotman Paris.

Peran dalam Kasus Pembunuhan BRI
Polda Metro Jaya menangkap DH di Solo bersama tiga aktor intelektual lain, YJ, AA, dan C, yang ditangkap terpisah di Jakarta Utara. DH diduga memimpin perencanaan penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang BRI yang jasadnya ditemukan di Bekasi.

Motif Potensial & Dugaan Utang
Media seperti Kaltim Post menyebut dugaan motif kriminal ini berhubungan dengan kredit fiktif atau utang usaha yang menjerat DH. Bahkan disebut istrinya, Adreana Wulandari, diduga kabur bersama anak-anak.

Reaksi Publik
Publik terkejut. Sejak dikenalnya sebagai pengusaha dermawan, reputasi DH runtuh seketika. Komunitas pengikutnya merasa dikhianati. Banyak netizen meminta transparansi motif dan berharap seluruh pihak terlibat diusut tuntas.

Kasus ini memperingatkan bahwa sosok publik sekalipun bisa terlibat dalam kejahatan terencana. Publik menanti persidangan dan proses hukum yang transparan.

Baca juga

Bagikan:

Tags

Apa yang Anda cari?