Kebakaran Lahan Dekat Permukiman di Tanjung Limau Capai 70 Hektare, Damkar Kukar Turunkan 17 Personel

redaksi

Kebakaran Lahan di Poros Muara Badak - Marangkayu.

Distriknews.co,KUTAI KARTANEGARA – Kebakaran lahan terjadi di kawasan dekat permukiman warga di Jalan Poros Muara Badak–Marangkayu, Desa Tanjung Limau, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Sabtu (5/9/2026).

Kebakaran tersebut dilaporkan kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmatan) Kukar sekitar pukul 12.26 WITA. Tim kemudian bergerak ke lokasi dan mulai melakukan penanganan sekitar pukul 13.10 WITA.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kukar, Fida Hurasani, mengatakan kebakaran berada di area yang berdekatan dengan permukiman masyarakat sehingga penanganan dilakukan untuk mencegah api meluas dan mendekati rumah warga.

Berdasarkan laporan lapangan, area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 70 hektare. Namun, laporan penanganan di lapangan juga mencatat luasan area terbakar sekitar 50 hektare.

“Tim menerima laporan kebakaran lahan di area dekat permukiman rumah warga. Tim langsung menuju ke lokasi untuk melakukan pemadaman,” ujar Fida berdasarkan laporan penanganan Damkarmatan Kukar.

Dalam operasi tersebut, Damkarmatan Kukar mengerahkan 13 personel. Penanganan juga mendapat dukungan empat personel Masyarakat Peduli Api (MPA), relawan MUBASIGANA, serta warga setempat.

Sejumlah kendaraan dan peralatan dikerahkan untuk mendukung proses pemadaman. Di antaranya satu unit branwier, satu unit double cabin, satu unit water supply Damkar, satu unit water supply dari PT Petrolog, tiga unit kendaraan roda dua dan dua unit slip on MUBASIGANA.

Petugas menggunakan perlengkapan alat pelindung diri (APD), selang berukuran 1,5 inci dan 2,5 inci, konektor serta nozzle selama melakukan penanganan di lokasi.

Proses pemadaman berlangsung selama hampir tujuh jam, yakni sejak pukul 13.10 WITA hingga 20.06 WITA. Mengingat karakteristik lahan yang cukup luas, petugas tidak hanya melakukan penyiraman, tetapi juga menerapkan metode penyekatan dan pemblokiran untuk menghambat pergerakan api.

“Pemadaman dilakukan dengan cara penyekatan dan pemblokiran,” jelas Fida.

Upaya tersebut dilakukan agar kobaran api tidak semakin meluas, terutama karena lokasi kebakaran berada di sekitar kawasan permukiman warga. Keterlibatan MPA, relawan dan masyarakat setempat juga membantu petugas dalam melakukan pengendalian api di lapangan.

Setelah proses pemadaman di lokasi selesai, tim kemudian meninggalkan kawasan tersebut untuk melanjutkan penanganan ke lokasi berikutnya. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari respons Damkarmatan Kukar terhadap sejumlah kejadian kebakaran lahan yang terjadi di tengah kondisi kemarau.

Kebakaran lahan yang berada dekat permukiman menjadi perhatian karena api berpotensi menjalar apabila kondisi lahan kering dan angin mendukung pergerakan api. Karena itu, proses penyekatan menjadi salah satu strategi untuk mengurangi risiko kebakaran meluas.

Hingga penanganan berakhir pada Sabtu malam, petugas telah melakukan pemadaman dan pengendalian terhadap area yang terbakar. Damkarmatan Kukar bersama unsur terkait juga terus melakukan penanganan terhadap kejadian kebakaran lahan di sejumlah wilayah untuk mencegah dampaknya meluas ke kawasan permukiman.

Reporter: Muhammad Zailany

Baca juga

Bagikan:

Apa yang Anda cari?