Peran Kolaboratif Pemkab Kukar dan Stakeholder dalam Menyukseskan GPM 2025

redaksi

Foto: Asisten II Pemkab Kukar, Ahyani Fadianur Diani.

Distriknews.co, Kutai Kartanegara – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kembali meluncurkan program Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai langkah menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan mengendalikan inflasi daerah. Program ini juga ditujukan untuk memperkuat ketahanan pangan serta memberikan akses harga terjangkau bagi masyarakat.

Pelaksanaan GPM akan berlangsung di area parkir Masjid Agung Sultan Sulaiman pada 11-12 Maret 2025. Kegiatan dimulai pukul 09.00 WITA dengan penjualan bahan pangan oleh sejumlah vendor dan pelaku usaha lokal. Acara pembukaan resmi akan digelar setelah salat Ashar pukul 16.00 WITA.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setkab Kukar, Ahyani Fadianur Diani, menyampaikan bahwa rapat persiapan telah dilakukan bersama distributor, toko lokal, hingga mitra strategis lainnya. “Kami sudah mendapat banyak dukungan untuk menyukseskan program ini. Persiapan terus dimatangkan agar masyarakat bisa merasakan manfaatnya,” kata Ahyani.

Partisipasi berbagai pihak menjadi kunci sukses GPM tahun ini. Bulog akan menghadirkan 30 ton beras SPHP dengan harga lebih rendah dari pasaran. Selain itu, Pinsar Kaltim turut menyediakan ayam dan telur dengan harga terjangkau. Kehadiran komoditas utama ini diharapkan bisa menekan biaya belanja rumah tangga masyarakat Kukar.

Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kukar juga menggandeng Bankaltimtara dan Bank Indonesia untuk mendukung kelancaran pelaksanaan kegiatan. Dukungan ini mencakup fasilitas transaksi hingga distribusi barang. Menurut laman resmi Pemkab Kukar, kerja sama lintas sektor menjadi salah satu strategi menjaga ketersediaan pangan dan stabilitas harga di daerah.

Pemkab Kukar menargetkan semua persiapan teknis selesai dalam waktu 12 hari. Mulai dari pengaturan lokasi, fasilitas parkir, hingga rekayasa lalu lintas sekitar Masjid Agung. “Kami optimis acara berjalan lancar dan tepat waktu,” ujar Ahyani.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kukar, sektor pangan menjadi salah satu komponen dominan penyumbang inflasi. Melalui GPM, pemerintah daerah berharap dapat mengurangi tekanan harga sekaligus menjaga daya beli masyarakat.

Program serupa sebelumnya juga mendapat sambutan positif warga. Kehadiran pangan murah terbukti membantu meringankan beban ekonomi, terutama bagi keluarga dengan penghasilan menengah ke bawah. Dengan konsistensi pelaksanaan, GPM Kukar diharapkan bisa menjadi salah satu instrumen utama pengendalian inflasi daerah.

(Adv/DiskominfoKukar)

Baca juga

Bagikan:

Apa yang Anda cari?