SAMARINDA — Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Inche Abdoel Moeis di Samarinda bakal berubah wajah. Tidak tanggung-tanggung, dana sebesar AUD 70 juta atau setara Rp 1,1 triliun disiapkan untuk mentransformasi rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur itu menjadi fasilitas kesehatan berstandar internasional.
Kucuran dana besar ini datang dari Pemerintah Australia melalui skema kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Menariknya, proyek ini akan menjadi KPBU pertama di Indonesia yang bergerak di sektor rumah sakit. Kerja sama dilakukan bersama Plenary Group dari Australia dan Aspen Medical yang berbasis di Singapura.
Transformasi yang direncanakan tidak sekadar renovasi fisik. RSUD Inche Abdoel Moeis akan mengusung konsep smart hospital dan green building, dua pendekatan modern yang menjawab tantangan layanan kesehatan masa kini. Sistem informasi rumah sakit akan diperbarui secara menyeluruh, begitu juga dengan pelatihan tenaga medis agar mampu bersaing di kancah global.
Tidak hanya itu, rumah sakit ini nantinya akan menerapkan sistem manajemen berbasis Service Level Agreement (SLA) atau kesepakatan tingkat layanan. Dengan kontrak berbasis kinerja ini, pelayanan kepada pasien dituntut untuk selalu optimal dan terukur, serta mampu memberikan kepastian kualitas.
Pemerintah Provinsi Kaltim berharap transformasi ini tidak hanya berdampak bagi masyarakat Samarinda, tapi juga mengangkat citra layanan kesehatan Kalimantan Timur secara keseluruhan. Jika proyek ini sukses, bukan tidak mungkin akan menjadi model bagi rumah sakit lain di Indonesia untuk mengikuti jejak yang sama.
Sumber: Detik


