Distriknews.co, Kutai Kartanegara – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Edi Damansyah menegaskan kembali pentingnya peran desa dalam memperkuat layanan kesehatan masyarakat, khususnya melalui Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Ia meminta Kepala Desa (Kades) dan Ketua RT lebih aktif mengajak warganya, terutama ibu hamil dan balita, untuk rutin hadir dalam kegiatan Posyandu.
Menurut Edi, tingkat partisipasi masyarakat sangat menentukan keberhasilan program kesehatan dasar. “Saya berpesan kepada seluruh Kades agar selalu mengingatkan warganya, khususnya para ibu, untuk memanfaatkan Posyandu. Kehadiran mereka sangat penting untuk pemantauan kesehatan yang berkesinambungan,” ujar Edi.
Ia menyoroti rendahnya tingkat kehadiran di beberapa desa yang membuat kader Posyandu kesulitan melakukan pemantauan menyeluruh. Hal ini berpotensi mengurangi efektivitas layanan kesehatan, terutama pada masa krusial 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Masa HPK yang dimulai sejak kehamilan hingga anak berusia dua tahun menjadi periode emas pertumbuhan. Data Dinas Kesehatan Kukar yang dirilis melalui laman resmi pemkab menunjukkan bahwa pemantauan kesehatan ibu dan balita di Posyandu terbukti berkontribusi terhadap penurunan kasus stunting yang pada 2023 berhasil ditekan menjadi 19,7 persen.
Bupati juga mengingatkan bahaya yang timbul jika ibu hamil tidak melakukan pemeriksaan Ante Natal Care (ANC) secara rutin. Menurut Kementerian Kesehatan RI, ANC minimal dilakukan enam kali selama masa kehamilan untuk mencegah risiko komplikasi, kematian ibu, maupun bayi.
Selain Kades dan RT, Edi berharap masyarakat ikut membangun kesadaran bersama. Posyandu, katanya, bukan sekadar fasilitas, tetapi pilar utama dalam sistem kesehatan desa. “Jika pengingat dan pemantauan di tingkat desa berjalan baik, maka risiko kesehatan pada awal kehidupan bisa ditekan,” jelasnya.
Edi juga menekankan perlunya sistem pelaporan yang lebih baik dari desa ke pemerintah kabupaten. Ia menginginkan adanya sinergi erat antara Pemerintah Desa (Pemdes), kader Posyandu, dan Pemerintah Kabupaten agar pelayanan kesehatan lebih terukur dan berdampak nyata.
“Peran Pemdes sangat krusial untuk memastikan warga mendapatkan layanan kesehatan yang memadai. Kami ingin Pemdes dan Pemkab Kukar bersinergi menjaga kesehatan ibu dan anak demi masa depan yang lebih sehat,” pungkasnya.
(Adv/DPMD/Kukar)


