Desa Loa Ulung Andalkan Lima Destinasi Wisata untuk Dongkrak Ekonomi Warga

redaksi

Salah satu destinasi wisata di Desa Loa Ulung, yakni Taman Gubang.

Distriknews.co, Kutai Kartanegara – Desa Loa Ulung di Kecamatan Tenggarong Seberang terus menegaskan posisinya sebagai salah satu desa wisata yang berkembang pesat di Kutai Kartanegara. Kepala Desa Loa Ulung, Hermi Kuaria, menyampaikan bahwa berbagai destinasi unggulan telah menjadi kekuatan utama desa dalam menarik kunjungan wisatawan dari luar daerah.

Menurut Hermi, perkembangan wisata desa sudah terlihat sejak beberapa tahun terakhir, terutama dengan hadirnya sejumlah kawasan wisata yang dikelola masyarakat.

“Sejak berdirinya wisata itu, namanya ada Taman Gubang, ada Langit Timur, ada Dermaga Gadis, ada Bogenville, dan saat ini sudah ada lagi Taman Seri,” jelasnya, Kamis (20/11/2025).

Ia menegaskan bahwa seluruh destinasi tersebut berjalan cukup baik dan mampu menarik perhatian masyarakat luas. Keberadaan destinasi-destinasi ini sekaligus menjadi sarana promosi alami bagi Desa Loa Ulung.

“Itu Alhamdulillah berjalan dengan baik. Dan itulah senjata utamanya Desa Loa Ulung untuk mengenalkan desa sehingga para tamu dari luar bisa kenal dengan Desa Loa Ulung,” ujarnya.

Meski terus berkembang, pengelolaan destinasi wisata di desa ini hingga kini masih dilakukan secara mandiri oleh masyarakat. Hermi menyebut bahwa status lahan menjadi salah satu penyebabnya. Aset utama berupa danau bekas tambang belum diserahkan secara resmi kepada desa.

“Karena aset-aset yang digunakan itu, contohnya danau, memang belum ada hibahnya dari perusahaan PT Fajar Bumi Sakti ke desa. Makanya itu masih dikelola secara mandiri,” ucapnya.

Ia menjelaskan bahwa danau tersebut merupakan bekas kerukan perusahaan ketika melakukan aktivitas pertambangan batu bara. Setelah tidak lagi digunakan, area itu kemudian dikuasai oleh masyarakat setempat dan berkembang menjadi kawasan wisata.

Hermi memastikan bahwa penguasaan lahan tersebut bukan dalam bentuk pinjam pakai.

“Tidak, karena itu sudah dibebaskan oleh PT Fajar Bumi Sakti lahannya,” katanya menegaskan.

Dengan pengelolaan yang dilakukan masyarakat, desa berharap pemerintah maupun perusahaan dapat memberikan dukungan lanjutan, terutama dalam aspek legalitas aset. Hal tersebut dinilai penting agar pengembangan wisata dapat dilakukan lebih terarah dan berkelanjutan. (Zy)

Baca juga

Bagikan: