Distriknews.co TENGGARONG – Pengadaan Chromebook untuk Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dinilai efektif mendukung percepatan transformasi digital pendidikan. Pemanfaatan perangkat tersebut kini telah berjalan aktif di sekolah, salah satunya SMP Negeri 1 Tenggarong.
Kepala SMP Negeri 1 Tenggarong, Imam Huzaeni, menyampaikan bahwa Chromebook telah menjadi bagian dari proses belajar mengajar sehari-hari. Perangkat tersebut memudahkan guru dan siswa mengakses materi pembelajaran digital secara terstruktur.
“Pembelajaran sekarang lebih variatif. Siswa bisa menggunakan video pembelajaran, aplikasi pendidikan, hingga platform Google Workspace for Education yang sangat membantu proses belajar,” ujar Imam, Rabu (14/1/2026).
Ia menjelaskan, bantuan Chromebook dari Pemerintah Kabupaten Kukar telah diterima sekolahnya sejak 2023. Bantuan diberikan dalam bentuk unit perangkat, dengan jumlah yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa.
“Jumlah siswa kami sekitar 947 orang dan seluruhnya sudah terfasilitasi. Unit yang diterima memang menyesuaikan jumlah peserta didik,” ujarnya.
Imam menambahkan, sebelum adanya Chromebook, siswa kerap menggunakan ponsel pribadi untuk mengakses materi pembelajaran. Namun kini, penggunaan ponsel di sekolah mulai dibatasi karena perangkat dan jaringan internet telah difasilitasi pemerintah daerah.
“Chromebook sudah tersedia dan WiFi juga disiapkan dinas. Jadi penggunaan HP pribadi di sekolah tidak lagi diperlukan,” jelasnya.
Dari sisi pemeliharaan, ia menyebut tidak ada kendala signifikan. Kerusakan ringan masih terjadi dan ditangani sesuai ketentuan, baik melalui penyedia selama masa garansi maupun perawatan mandiri setelahnya.
Sementara itu, Kepala Seksi (Kasi) Sarana dan Prasarana (Sarpras) Bidang SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Mujahidin, menyampaikan bahwa program pengadaan Chromebook di Kukar telah berjalan selama dua hingga tiga tahun terakhir dan secara umum sudah terpenuhi.
“Untuk jenjang SMP, pengadaan dari pemerintah kabupaten sudah tuntas. Jumlah unit disesuaikan dengan jumlah siswa di masing-masing sekolah,” ujarnya.
Selain dari pemerintah daerah, Mujahidin menyebut ada pula dukungan perangkat dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), meskipun jumlahnya terbatas.
Dengan dukungan perangkat, jaringan internet, dan sistem pendukung lainnya, Disdikbud Kukar menilai digitalisasi pembelajaran di tingkat SMP di Kukar telah berjalan sesuai arah kebijakan.
“Secara sarana sudah siap. Ke depan, fokusnya adalah optimalisasi pemanfaatan agar kualitas pembelajaran terus meningkat,” pungkas Mujahidin.



