Distriknews.co – Sejumlah kebiasaan bisa menunjukkan rendahnya kecerdasan emosional seseorang. Kamu perlu mengenalinya karena tanda ini sering muncul tanpa disadari. Kecerdasan emosional atau EQ merujuk pada kemampuan mengenali dan mengelola emosi diri serta memahami emosi orang lain, seperti dijelaskan Psychology Today.
Orang dengan EQ tinggi umumnya mampu mengendalikan emosi dan menyelesaikan masalah secara efektif. Sebaliknya, individu dengan EQ rendah menunjukkan pola perilaku yang berbeda.
- Mudah tertekan
Psikolog menyebut kurangnya kesadaran emosi membuat respons seseorang tidak seimbang dengan situasi. Kondisi ini memicu stres yang berlebihan. Emosi negatif terasa lebih lama dan lebih intens dari yang seharusnya. Masalah kecil bisa dipersepsikan sebagai ancaman besar, termasuk di lingkungan kerja. - Melontarkan lelucon yang menyakiti
Candaan yang merugikan orang lain menunjukkan rendahnya empati kognitif. Seseorang gagal memahami sudut pandang orang lain. Akibatnya, lelucon terdengar seperti hinaan dan memicu konflik sosial. - Menghindari obrolan tentang perasaan
Individu dengan EQ rendah kesulitan membangun kedekatan emosional. Mereka sulit menamai emosi yang dirasakan. Percakapan menjadi tidak jelas dan cenderung dihindari, terutama saat membahas konflik dengan pasangan atau rekan kerja. - Menyimpan amarah lama
Kebiasaan mendendam berkaitan dengan ketidakmampuan menilai ulang suatu peristiwa. Seseorang terpaku pada penilaian negatif awal. Ia sulit melihat dari perspektif lain dan mempertahankan kemarahan dalam waktu lama. - Sering menyalahkan pihak lain
EQ rendah membuat seseorang sulit bertanggung jawab atas kesalahan sendiri. Perasaan dan pikiran tidak selaras. Pola ini juga berkaitan dengan rendahnya penghormatan terhadap emosi orang lain dan lemahnya kemampuan menyelesaikan konflik.
Itulah lima tanda kecerdasan emosional rendah menurut psikolog. Kamu bisa menjadikannya bahan refleksi agar lebih peka, bertanggung jawab, dan berempati dalam berinteraksi.
Sumber: CNN Indonesia



