BPBD Kukar Turunkan Personel dan Perahu Evakuasi Antisipasi Banjir Tabang–Kembang Janggut

redaksi

DISTRIKNEWS.CO, Tenggarong Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menurunkan personel ke wilayah terdampak banjir di Kecamatan Tabang dan Kecamatan Kembang Janggut. Langkah ini dilakukan sebagai upaya antisipasi dan pemantauan lanjutan terhadap pergerakan debit air yang berangsur turun dari wilayah hulu ke hilir.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kukar, Abdal, mengatakan bahwa sejak Senin (13/1/2026) pagi sekitar pukul 09.00 Wita, BPBD telah mengirimkan personel ke lokasi terdampak.

“Tadi pagi sekitar jam 9, BPBD sudah mengirimkan personel kurang lebih delapan orang ke lokasi,” ujar Abdal.

Ia menjelaskan, pemantauan kondisi banjir dilakukan secara intensif melalui koordinasi lintas sektor. BPBD Kukar tergabung dalam grup komunikasi bersama camat, aparat kecamatan, Koramil, dan pihak terkait lainnya untuk memantau perkembangan situasi di lapangan secara real time.

“Situasinya kami pantau lewat grup WhatsApp yang di dalamnya ada Pak Camat, Koramil, dan pihak terkait. Dari laporan tadi malam sampai pagi, kawasan Tabang itu sudah berangsur-angsur turun,” jelasnya.

Menurut Abdal, pola banjir yang terjadi di wilayah tersebut merupakan kejadian yang berulang. Setelah debit air di Kecamatan Tabang mulai surut, air biasanya bergerak menuju wilayah hilir, salah satunya Kecamatan Kembang Janggut.

“Seperti biasa, kalau Tabang sudah turun, airnya akan bergerak lagi ke Kembang Janggut,” katanya.

Terkait lama penugasan personel di lapangan, Abdal menyebutkan hal tersebut sangat bergantung pada situasi dan perkembangan kondisi banjir. Namun, berdasarkan pengalaman sebelumnya, BPBD biasanya menempatkan personel selama beberapa hari.

“Kalau yang sering kami lakukan, biasanya lima sampai tujuh hari personel kami tarik. Itu pun tergantung kondisi, kalau masih ada pergantian atau eskalasi, tentu akan disesuaikan,” ungkapnya.

Mengenai pendirian posko bencana, Abdal menyampaikan hingga saat ini BPBD Kukar belum mendirikan posko resmi di lokasi terdampak. Hal tersebut dikarenakan kondisi banjir yang mulai menunjukkan tren penurunan.

“Sementara ini posko secara khusus belum ada. Memang ada perintah untuk menyiapkan posko, tapi karena situasinya mulai menurun, saya kira belum sampai ke tahap itu,” jelasnya.

Meski belum mendirikan posko resmi, BPBD Kukar tetap melakukan pengendalian dan pemantauan melalui aparat kecamatan serta menempatkan personel di lapangan.

“Personel tetap kami siagakan di sana, hanya saja posko resmi dari BPBD belum dibentuk,” tambah Abdal.

Untuk mendukung kegiatan di lapangan, BPBD Kukar juga menurunkan sejumlah sarana dan prasarana. Di antaranya satu unit perahu evakuasi bermesin speed 40 PK, pelampung keselamatan, logistik BBM, serta satu unit mobil towing.

“Kami turunkan satu unit perahu evakuasi bermesin speed 40 PK, life jacket, persediaan logistik seperti BBM, dan satu unit mobil towing,” paparnya.

Mobil towing tersebut disiapkan sebagai langkah antisipasi apabila terdapat kendaraan masyarakat yang mogok atau terjebak genangan banjir di jalur darat.

“Karena jalan darat terendam banjir, biasanya banyak kendaraan yang macet. Mudah-mudahan towing ini bisa bermanfaat kalau ada masyarakat yang perlu dibantu,” pungkasnya. (Zy)

Baca juga

Bagikan: