Distriknews.co, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mengingatkan bahwa praktik demokrasi di Indonesia sebaiknya tidak mengorbankan budaya santun yang telah lama dijunjung tinggi oleh masyarakat. Dalam sebuah pernyataan, Luhut menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai kesopanan dalam berpolitik dan berdiskusi, agar demokrasi tetap berjalan harmonis tanpa menimbulkan perpecahan sosial.
Luhut menyoroti bahwa kebebasan berpendapat yang merupakan salah satu pilar demokrasi harus diimbangi dengan tanggung jawab dan penghormatan terhadap norma-norma budaya yang ada. Ia mengajak semua pihak, termasuk politisi, aktivis, dan masyarakat umum, untuk berpartisipasi dalam proses demokrasi dengan cara yang konstruktif dan menghormati perbedaan pendapat tanpa harus menimbulkan konflik atau ujaran kebencian.
Pernyataan Luhut ini muncul di tengah meningkatnya tensi politik menjelang pemilihan umum, di mana berbagai pihak kerap terlibat dalam debat publik yang panas. Ia berharap bahwa dengan menekankan pentingnya budaya santun, proses demokrasi di Indonesia dapat berjalan lebih baik dan menghasilkan keputusan-keputusan yang bermanfaat bagi seluruh rakyat.
Sejumlah kalangan menyambut baik imbauan Luhut, menganggapnya sebagai pengingat penting akan nilai-nilai budaya yang harus tetap dijaga dalam kehidupan berdemokrasi. Mereka menilai bahwa menjaga kesantunan dalam berpolitik dapat mencegah polarisasi dan memperkuat persatuan bangsa.
Namun, ada pula yang berpendapat bahwa kebebasan berekspresi dalam demokrasi tidak boleh dibatasi secara berlebihan dengan alasan menjaga kesantunan, karena hal tersebut dapat menghambat kritik yang konstruktif terhadap pemerintah dan institusi lainnya.
Penulis: FebriaDV


