Distriknews.co, Sukabumi – Patung penyu yang menjadi ikon baru Alun-Alun Sukabumi mengalami kerusakan pada beberapa bagiannya, memicu perhatian publik terhadap material yang digunakan dalam pembangunannya. Patung yang menelan anggaran hingga Rp15,6 miliar ini diduga menggunakan kardus bekas sebagai bahan dasar pembentukannya.
Informasi mengenai penggunaan kardus dalam struktur patung tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai kualitas dan ketahanan ikon kota tersebut. Berdasarkan laporan, kardus digunakan sebagai bahan pembentuk sebelum dilapisi dengan resin dan fiberglass.
Pihak kontraktor memberikan klarifikasi terkait metode konstruksi yang diterapkan. Mereka menjelaskan bahwa penggunaan kardus adalah bagian dari teknik konstruksi, di mana kardus berfungsi sebagai cetakan sementara sebelum dilapisi dengan bahan yang lebih kuat seperti resin dan fiberglass untuk memberikan kekuatan dan ketahanan pada patung.
Meskipun demikian, kerusakan yang terjadi menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat mengenai kualitas pengerjaan dan transparansi penggunaan anggaran dalam proyek tersebut. Warga berharap pemerintah daerah dan pihak terkait dapat memberikan penjelasan resmi serta mengambil langkah perbaikan yang diperlukan untuk memastikan ikon kota tersebut memiliki kualitas dan daya tahan yang sesuai dengan anggaran yang telah dialokasikan.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah daerah mengenai langkah selanjutnya untuk menangani kerusakan dan kontroversi yang muncul terkait patung penyu tersebut. Masyarakat menantikan tindak lanjut dan klarifikasi lebih lanjut dari pihak berwenang.
Sumber:https://medan.tribunnews.com/2025/03/04/patung-penyu-diduga-senilai-rp15-miliar-di-sukabumi-jebol-ternyata-terbuat-dari-kardus
Penulis: FebriaDV


