Pedagang Souvenir di Sekitar Museum Mulawarman Rasakan Lonjakan Penjualan Saat Lebaran

redaksi

Distriknews.co Tenggarong – Momentum libur Idulfitri 1447 Hijriah membawa berkah bagi pelaku UMKM di kawasan wisata, salah satunya pedagang souvenir di sekitar Museum Mulawarman. Meski secara umum kunjungan wisata disebut menurun dibanding tahun sebelumnya, peningkatan penjualan tetap dirasakan selama periode Lebaran.

Muhammad Rusdi, seorang pedagang yang telah berjualan selama kurang lebih 20 tahun di area belakang museum, mengaku mengalami lonjakan pendapatan yang cukup signifikan dalam beberapa hari terakhir.

“Saya berdagang souvenir di belakang museum dan sudah berjualan kurang lebih 20 tahun di sini,” ujarnya, Selasa (24/3/2026).

Ia menjelaskan, pada hari biasa pendapatannya berkisar sekitar Rp200 ribu per hari. Namun selama libur Lebaran, omzet yang diperoleh meningkat hingga tiga kali lipat.

“Kalau hari biasa sekitar Rp200 ribuan, namun selama Lebaran bisa mencapai Rp600 ribu sampai Rp700 ribu per hari,” ungkapnya.

Menurut Rusdi, peningkatan tersebut dipengaruhi oleh tingginya kunjungan wisatawan yang datang untuk berlibur bersama keluarga, sekaligus membeli oleh-oleh khas daerah.

Barang yang dijual pun cukup beragam, mulai dari gelang, cincin, tas manik, hingga pakaian dan kain tradisional khas Kalimantan Timur, khususnya Kutai Kartanegara.

“Yang paling laku selama Lebaran ini baju motif Kaltim, terutama baju anak-anak yang satu set dengan celananya,” jelasnya.

Dari sisi harga, Rusdi menawarkan produk dengan kisaran yang relatif terjangkau. Baju motif dijual sekitar Rp35 ribu, daster Rp50 ribu, cincin Rp20 ribu hingga Rp35 ribu, serta gelang yang dibanderol mulai Rp50 ribu hingga Rp100 ribu.

Ia juga menyediakan berbagai produk khas seperti kain ulap doyo, songket, hingga tas manik yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

Meski demikian, Rusdi mengakui bahwa secara keseluruhan jumlah pembeli tahun ini masih lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Ia menduga hal tersebut dipengaruhi oleh menurunnya daya beli masyarakat.

“Tahun ini agak menurun dibanding tahun lalu. Mungkin karena pengurangan anggaran, terutama dari pembeli seperti ASN yang biasanya membeli untuk keluarga,” katanya.

Ke depan, Rusdi berharap adanya dukungan dari pemerintah daerah, khususnya dalam hal promosi kawasan penjualan souvenir agar lebih dikenal oleh wisatawan.

“Harapan saya kepada pemerintah, semoga bisa membantu dalam hal promosi, terutama mengenalkan bahwa di belakang museum ada penjual souvenir dengan harga yang murah dan terjangkau,” tutupnya.

Penulis: Muhammad Zailany

Baca juga

Bagikan:

Apa yang Anda cari?