Distriknews.co, Samarinda-Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menargetkan pembangunan fisik Jalan Tol Samarinda–Bontang sepanjang 94 kilometer akan dimulai pada tahun 2026 dan selesai pada 2028. Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antara kedua kota dan mendukung pertumbuhan ekonomi regional.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim, Yusliando, menyatakan bahwa proyek ini telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kaltim dan menjadi program prioritas. Saat ini, dokumen perencanaan dan studi kelayakan telah diselesaikan, termasuk kajian lingkungan dan analisis dampak lalu lintas.
Pembangunan tol ini diperkirakan menelan biaya sekitar Rp15 triliun dan akan menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Proyek ini sebelumnya sempat dikeluarkan dari daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) pada 2022 karena keterlambatan progres, namun kini kembali diprioritaskan oleh pemerintah daerah.
Tol Samarinda–Bontang dirancang untuk menghubungkan Palaran, Sambutan, Anggana, Muara Badak, Marangkayu, Teluk Pandan, hingga Bontang. Rute ini akan terintegrasi dengan Tol Balikpapan–Samarinda (Balsam) dan diharapkan dapat mempercepat akses ke Ibu Kota Nusantara (IKN).
Penulis: FebriaDV


