Samarinda – Transformasi besar sedang terjadi di Kalimantan Timur (Kaltim) dengan kehadiran Ibu Kota Negara (IKN) di Penajam Paser Utara. Namun, di balik megahnya pembangunan fisik, muncul tantangan: bagaimana peran generasi muda dalam menghadapi perubahan sosial, budaya, dan ekonomi yang turut menyertai.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Sri Wartini, menggarisbawahi bahwa generasi muda harus menjadi aktor utama dalam proses transformasi ini. Namun, peran mereka tidak hanya sekadar mengisi pembangunan, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mampu menjembatani kebutuhan masyarakat lokal dengan modernisasi yang dibawa IKN.
“Pemuda tidak hanya diharapkan terlibat, tetapi menjadi pelopor kegiatan yang berorientasi pada solusi,” kata Sri.
Ia mengajak generasi muda Kaltim untuk lebih aktif dalam menciptakan program yang berdampak langsung bagi masyarakat, seperti pengembangan kewirausahaan lokal, inovasi teknologi, hingga pelestarian budaya yang menjadi identitas Kaltim.
Tantangan dan Harapan Pemuda Kaltim. Menurut data, sekitar 53 persen penduduk Kaltim adalah generasi muda. Bagi Pj Gubernur Kaltim, Akmal Malik, angka ini bukan hanya statistik, tetapi peluang besar untuk membangun ekosistem yang inklusif dan berkelanjutan. Ia menilai, pemuda Kaltim harus mulai berpikir jauh ke depan, baik dalam konteks karier maupun peran sosial.
“Kekuatan Kaltim ada pada pemudanya, terutama dalam era kompetisi global ini,” ujar Akmal.
Dengan semangat inovasi dan kolaborasi, ia yakin pemuda mampu menjawab tantangan modernisasi tanpa melupakan kearifan lokal.
Salah satu aspek penting yang disoroti adalah pengembangan keterampilan berbasis teknologi digital. Akmal berharap generasi muda Kaltim dapat memanfaatkan peluang ini untuk menciptakan lapangan kerja baru, terutama di sektor ekonomi kreatif dan teknologi yang semakin berkembang.
Menjaga Identitas di Tengah Modernisasi. Namun, Akmal juga mengingatkan pentingnya menjaga karakter dan identitas lokal di tengah derasnya arus perubahan.
“Pemuda harus bangga dengan budaya Kaltim dan mampu memadukannya dengan inovasi modern. Ini adalah cara kita membangun Kaltim yang tidak hanya maju, tetapi juga berakar kuat,” tambahnya.
Melalui berbagai program pelatihan dan pemberdayaan, baik Dispora maupun pemerintah daerah terus mendorong keterlibatan aktif pemuda. Harapannya, transformasi Kaltim tidak hanya dirasakan secara fisik, tetapi juga menjadi perubahan mendalam dalam pola pikir dan cara hidup masyarakat.
Dengan menjadi agen perubahan, pemuda Kaltim dapat menciptakan dampak yang lebih luas, tidak hanya bagi daerahnya tetapi juga bagi Indonesia secara keseluruhan.
Seperti yang disampaikan Sri Wartini, “Mari isi pembangunan Kaltim dengan kegiatan yang membawa manfaat nyata, baik untuk diri sendiri maupun untuk masyarakat luas.”


