Distriknews.co, Kutai Kartanegara – Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri, menegaskan pentingnya penguatan produksi pangan lokal serta kerja sama antar daerah sebagai strategi utama menjaga kecukupan pasokan bahan pokok di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat. Hal tersebut disampaikannya saat memimpin High Level Meeting (HLM) TPID dan TP2DD Kukar di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Senin (22/12/2025).
Aulia menyebut, dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan, pemerintah daerah tidak hanya fokus pada aspek distribusi, tetapi juga harus memperhatikan kondisi hulu atau produksi. Menurutnya, beberapa komoditas strategis sejatinya dapat dipenuhi dari daerah sendiri apabila dikelola secara optimal.
“Kalau melihat aspek hulu, kita harus membagi dua. Pertama, komoditas yang bisa kita produksi sendiri, seperti beras, ayam, telur, cabai rawit, dan bawang merah. Ini yang harus kita pastikan kecukupan produksinya,” ujarnya.
Ia menilai, produksi lokal yang kuat akan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah. Selain menekan biaya distribusi, langkah ini juga dinilai mampu melindungi daerah dari gejolak harga akibat gangguan logistik.
Namun demikian, Aulia mengakui bahwa tidak semua kebutuhan pangan dapat diproduksi di Kutai Kartanegara. Beberapa komoditas seperti bawang putih, kata dia, masih harus didatangkan dari daerah lain.
“Untuk komoditas yang tidak bisa kita produksi, maka mau tidak mau kita harus menjalin kerja sama antar daerah. Ini penting agar suplai tetap aman dan berkelanjutan,” jelasnya.
Selain kerja sama antar daerah, Aulia juga menekankan pentingnya menjaga kelancaran jalur logistik dari daerah asal menuju Kutai Kartanegara. Menurutnya, gangguan distribusi seperti cuaca ekstrem atau gelombang laut tinggi dapat berdampak langsung pada keterlambatan pasokan.
“Kalau jalur logistik terganggu, misalnya karena gelombang besar sehingga jadwal kapal terlambat, maka kita harus punya skema antisipasi agar suplai tetap berjalan,” katanya.
Aulia menilai, kombinasi antara produksi lokal yang kuat dan kerja sama antar daerah merupakan langkah strategis dalam pengendalian inflasi. Dengan pasokan yang tersedia dan distribusi yang lancar, harga bahan pokok di pasaran dapat lebih terjamin.
Melalui forum HLM TPID dan TP2DD ini, Pemkab Kukar berkomitmen terus memperkuat sinergi lintas sektor untuk memastikan kebutuhan pangan masyarakat terpenuhi, sekaligus menjaga daya beli dan stabilitas ekonomi daerah.


