Distriknews.co Tenggarong – Memasuki H+3 Idulfitri 1447 Hijriah, jumlah kunjungan wisatawan ke Museum Kayu Tenggarong mengalami penurunan cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini disampaikan oleh pengelola museum, Sophyan Hadi, saat ditemui pada Senin (23/3/2026).
Menurut Sophyan, museum mulai dibuka sejak hari kedua Lebaran, dan hingga saat ini tren kunjungan belum menunjukkan peningkatan seperti yang terjadi pada tahun lalu.
“Kalau kita lihat dari beberapa hari ini, jumlah pengunjung terlihat jauh menurun dibandingkan tahun kemarin,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pada periode libur Lebaran tahun sebelumnya, jumlah pengunjung Museum Kayu Tenggarong bisa mencapai sekitar 1.000 orang. Namun, untuk tahun ini angka tersebut diperkirakan tidak akan tercapai, meski masa liburan masih berlangsung hingga beberapa hari ke depan.
“Belum bisa dipastikan karena belum berakhir, kemungkinan sampai hari Rabu. Tapi untuk hari kemarin sekitar 65 orang, dan hari ini kurang lebih sekitar 80 orang,” jelasnya.
Sophyan menilai, penurunan jumlah pengunjung ini dipengaruhi oleh semakin banyaknya pilihan destinasi wisata baru di berbagai daerah sekitar Kutai Kartanegara, yang membuat masyarakat memiliki lebih banyak alternatif untuk berlibur.
“Sekarang sudah banyak tempat wisata baru, baik di Samarinda, Loa Janan, maupun di kecamatan lain seperti Kota Bangun dan Muara Muntai. Jadi kemungkinan masyarakat lebih memilih berwisata ke tempat yang baru,” katanya.
Meski demikian, Museum Kayu Tenggarong masih tetap menarik minat wisatawan dari luar daerah. Berdasarkan data pengelola, pengunjung tidak hanya berasal dari Kukar, tetapi juga dari sejumlah kota lain.
“Tadi ada yang dari Malang, Balikpapan, Bontang, dan Paser,” ungkap Sophyan.
Salah satu pengunjung, Indra, mengaku datang bersama keluarga untuk berwisata. Ia mengetahui keberadaan museum tersebut melalui internet dan media sosial.
“Saya dari Balikpapan. Ingin melihat Museum Kayu, tahu dari internet dan rekomendasi wisata,” ujarnya.
Indra menyebut kunjungannya ke Museum Kayu menjadi destinasi pertama selama berada di Tenggarong. Ia datang khusus untuk mengisi waktu libur bersama keluarga.
“Belum ke mana-mana, di Tenggarong ini baru ke sini saja. Tujuannya memang untuk jalan-jalan bersama keluarga,” katanya.
Meski mengapresiasi keberadaan museum sebagai tempat wisata edukatif, Indra memberikan masukan kepada pengelola agar lebih memperhatikan aspek perawatan, khususnya di area depan.
“Kalau saya pribadi mungkin lebih ke perawatan, terutama di bagian depan. Mungkin bisa dibuat lebih menarik, misalnya ditambah taman-taman,” sarannya.
Dengan kondisi ini, pengelola diharapkan dapat melakukan inovasi dan peningkatan fasilitas guna menarik kembali minat pengunjung, sehingga Museum Kayu Tenggarong tetap menjadi salah satu destinasi unggulan di Kutai Kartanegara, khususnya saat momen libur panjang seperti Idulfitri.
Penulis: Muhammad Zailany


