Pulau Kumala Diserbu Wisatawan, Jadi Destinasi Favorit Libur Idulfitri di Kukar

redaksi

Distriknews.co Tenggarong – Kawasan Pulau Kumala kembali menjadi magnet wisata selama libur panjang Idulfitri 1447 Hijriah. Destinasi yang berada di Kelurahan Timbau, Kecamatan Tenggarong ini dipadati pengunjung dari berbagai daerah, baik lokal maupun luar Kutai Kartanegara.

Lonjakan kunjungan terlihat sejak hari pertama Lebaran dan terus meningkat pada hari-hari berikutnya. Data dari Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara mencatat jumlah pengunjung mencapai sekitar 750 orang per hari selama masa libur berlangsung.

Kepala Bidang Destinasi Wisata Dispar Kukar, Ridha Fatriananta, menyebutkan bahwa Pulau Kumala menjadi salah satu titik dengan lonjakan kunjungan paling signifikan dibanding destinasi lain di Kukar.

“Saat hari pertama Idulfitri, Pulau Kumala ramai dikunjungi masyarakat. Ada sekitar 750 orang,” ujarnya, Senin (23/3/2026).

Ia menambahkan, peningkatan jumlah wisatawan mulai terasa sejak hari kedua Lebaran, bahkan menunjukkan tren lonjakan yang cukup tajam.

“Sejak hari kedua Lebaran sudah ada ledakan kunjungan di Pulau Kumala,” ungkapnya.

Pulau Kumala dinilai memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Selain menawarkan panorama alam, kawasan ini juga menghadirkan berbagai spot foto bernuansa budaya yang menjadi ciri khas Kutai Kartanegara.

Beberapa ikon yang menarik perhatian pengunjung di antaranya patung naga dan Lembuswana, yang merupakan simbol legendaris dari Kerajaan Kutai. Keberadaan ikon-ikon tersebut menjadikan Pulau Kumala tidak hanya sebagai tempat rekreasi, tetapi juga sarana edukasi budaya.

Tingginya minat wisatawan diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata daerah. Selain itu, perputaran ekonomi masyarakat di sekitar kawasan wisata juga ikut terdorong selama momentum libur Lebaran.

Pemerintah daerah berharap tren peningkatan kunjungan ini dapat terus berlanjut hingga akhir masa liburan, sekaligus memperkuat posisi Pulau Kumala sebagai salah satu destinasi unggulan di Kutai Kartanegara.

Penulis: Muhammad Zailany

Baca juga

Bagikan:

Apa yang Anda cari?