Distriknews.co Tenggarong – Pembangunan fasilitas olahraga ekstrem di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mendapat perhatian serius dari DPRD. Anggota Komisi IV DPRD Kukar, Akbar Haka, menegaskan bahwa skatepark yang dibangun harus memenuhi standar yang jelas dan tidak dilakukan secara asal.
Hal tersebut disampaikan Akbar usai mengikuti diskusi bersama komunitas BMX, skateboard, dan inline skate di kawasan Taman Pujasera Tenggarong, Senin (30/3/2026) malam. Ia menilai penting adanya sinergi antara pemerintah dan komunitas sebagai pengguna utama fasilitas tersebut.
“Dinas PU diminta untuk berkoordinasi dengan komunitas. Bahkan, kita rencanakan untuk datang langsung ke konsultan atau referensi yang sudah proper, seperti di Bali,” ujarnya.
Menurutnya, salah satu langkah konkret yang akan dilakukan adalah studi banding ke daerah yang telah memiliki fasilitas skatepark dengan standar baik. Kegiatan tersebut rencananya juga akan melibatkan komunitas agar dapat memberikan masukan langsung berdasarkan pengalaman di lapangan.
“Nanti kita ajak teman-teman komunitas untuk studi banding. Harapannya, apa yang dibangun di sini benar-benar punya standar, bukan sekadar jadi,” tegasnya.
Akbar menekankan bahwa keterlibatan komunitas menjadi hal penting dalam setiap tahapan pembangunan, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan. Hal ini agar fasilitas yang dibangun benar-benar sesuai kebutuhan dan dapat dimanfaatkan secara optimal.
Ia juga menyoroti peran konsultan yang nantinya ditunjuk oleh Dinas Pekerjaan Umum. Menurutnya, konsultan tidak hanya bekerja secara teknis, tetapi juga harus membuka ruang komunikasi dengan komunitas sebagai pengguna fasilitas.
“Kalau sudah ada konsultan, harus bisa berkomunikasi langsung dengan komunitas. Karena mereka yang tahu kebutuhan di lapangan,” jelasnya.
Lebih lanjut, DPRD Kukar juga membuka peluang dukungan terhadap pembangunan skatepark melalui pokok-pokok pikiran (pokir) dewan. Skema ini dinilai sebagai bentuk penyaluran aspirasi masyarakat di daerah pemilihan masing-masing.
“Pokir itu bagian dari aspirasi masyarakat. Kalau memang dibutuhkan, tentu bisa kita dorong melalui mekanisme tersebut,” katanya.
Akbar berharap skatepark yang dibangun di Kukar tidak hanya menjadi sarana olahraga, tetapi juga mampu berkembang menjadi ruang publik yang menarik dan representatif. Dengan lokasi yang strategis, fasilitas ini berpotensi menjadi pusat aktivitas komunitas.
“Harapannya, ini bisa jadi tempat yang menarik. Apalagi lokasinya bagus dan strategis, sehingga bisa menarik komunitas dari luar daerah,” ujarnya.
Ia menambahkan, kehadiran komunitas maupun atlet dari luar daerah juga berpotensi memberikan dampak positif bagi promosi daerah. Aktivitas tersebut biasanya turut menarik perhatian media dan sponsor yang secara tidak langsung mengenalkan Kukar ke publik yang lebih luas.
“Biasanya kalau mereka datang, ada media dan sponsor. Itu juga menjadi promosi bagi daerah kita,” pungkasnya.
Penulis: Muhammad Zailany


