Harga Cabai dan Bawang Naik di Tenggarong

redaksi

Distriknews.co Tenggarong – Kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok kembali terjadi di Tenggarong dalam sepekan terakhir. Komoditas seperti cabai, bawang merah, dan bawang putih mengalami peningkatan harga yang cukup terasa di tingkat pedagang, Selasa (14/4/2026).

Salah satu pedagang di kawasan Jalan Maduningrat, yang dikenal dengan Warung Dayak, melalui karyawannya Ani, menyebutkan bahwa kenaikan harga ini terjadi secara bertahap dalam beberapa hari terakhir. Menurutnya, perubahan harga tersebut cukup berdampak terhadap aktivitas jual beli di pasar.

Untuk cabai, harga saat ini berada di kisaran Rp82.000 per kilogram untuk cabai petik, sementara cabai tangkai dijual sekitar Rp77.000 per kilogram.

“Sebelumnya harga cabai masih di sekitar Rp78.000 per kilogram, tapi sekarang sudah naik lagi,” ujar Ani.

Selain cabai, harga bawang merah juga mengalami kenaikan. Bawang merah kupas dijual Rp50.000 per kilogram, sedangkan bawang merah utuh berada di kisaran Rp45.000 per kilogram. Sementara itu, bawang putih saat ini dijual sekitar Rp32.000 per kilogram.

Ani menjelaskan bahwa kenaikan harga tersebut mengikuti kondisi pasokan dari distributor. Pedagang di tingkat bawah, kata dia, tidak memiliki kendali atas harga dan hanya menyesuaikan dengan harga yang diberikan pemasok.

“Kalau dari atas sudah naik, kami juga tidak bisa apa-apa. Paling hanya mengikuti saja,” jelasnya.

Tak hanya harga komoditas, pedagang juga mengeluhkan lonjakan biaya operasional, khususnya harga plastik yang mengalami kenaikan signifikan. Bahkan, menurut Ani, harga plastik naik hingga dua kali lipat.

“Dulu satu ikat plastik isi lima bungkus sekitar Rp20.000, sekarang sudah Rp35.000. Ini cukup memberatkan, apalagi pembeli biasanya minta dipisah-pisah,” ungkapnya.

Kenaikan harga plastik ini berdampak langsung pada pedagang kecil, karena penggunaan plastik menjadi lebih banyak, terutama untuk pembelian dalam jumlah kecil. Hal ini membuat pedagang harus mengatur ulang penggunaan plastik agar tidak merugi.

Selain itu, harga minyak goreng juga mengalami kenaikan. Untuk kemasan 2 liter, harga yang sebelumnya Rp41.000 kini naik menjadi Rp46.000. Kondisi ini semakin menambah beban biaya bagi pedagang maupun konsumen.

Ani berharap pemerintah dapat mengambil langkah untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok di pasaran. Menurutnya, jika harga terus naik, daya beli masyarakat bisa semakin menurun.

“Kami berharap harga bisa kembali stabil, supaya pembeli tidak terlalu terbebani dan jualan juga bisa tetap jalan,” pungkasnya.

Penulis: Muhammad Zailany

Baca juga

Bagikan:

Apa yang Anda cari?