DKI Jakarta Gencarkan Pembasmian Ikan Sapu-sapu di Lima Wilayah

redaksi

Distriknews.co Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai melakukan aksi serentak untuk membasmi ikan sapu-sapu di lima wilayah kota administratif. Langkah ini diambil untuk menekan populasi spesies invasif yang dinilai telah mendominasi perairan tawar di ibu kota.

Ikan sapu-sapu dikenal sebagai pembersih akuarium karena mampu memakan lumut dan sisa kotoran. Namun, jika dilepas ke alam liar seperti sungai dan danau, ikan ini justru menjadi ancaman serius bagi ekosistem.

Dilansir dari CNN Indonesia, fenomena penyebaran ikan ini tidak hanya terjadi di Indonesia. Laporan dari Nature World News menyebutkan kemunculan ikan sapu-sapu liar di berbagai wilayah, termasuk di Texas, Amerika Serikat, yang diduga berasal dari pelepasan oleh pemilik akuarium.

Di Indonesia, kasus serupa terjadi di Sungai Ciliwung. Kehadiran ikan ini dikaitkan dengan penurunan keanekaragaman ikan lokal secara signifikan.

Peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional, Triyanto, menjelaskan ikan sapu-sapu atau Hypostomus plecostomus berasal dari Amerika Selatan, khususnya wilayah tropis Brasil. Ikan ini masuk ke Indonesia melalui perdagangan ikan hias sebelum akhirnya menyebar ke perairan umum.

Menurut Triyanto, populasi ikan sapu-sapu yang tinggi menjadi indikator menurunnya kualitas air. Ikan ini memiliki kemampuan adaptasi tinggi sehingga mampu bertahan di perairan yang telah tercemar.

“Ikan sapu-sapu memiliki daya hidup tinggi dan mampu beradaptasi pada kualitas air yang kurang baik. Namun jika kondisi air semakin buruk, ikan ini juga bisa terdampak hingga mati,” ujarnya.

Sejumlah faktor membuat ikan ini merusak ekosistem. Ikan sapu-sapu termasuk spesies invasif yang berkembang biak cepat dan tidak memiliki predator alami. Hal ini membuat populasinya mudah mendominasi dan menyingkirkan ikan lokal.

Selain itu, pola makannya turut mengganggu keseimbangan ekosistem. Ikan ini tidak hanya memakan alga, tetapi juga detritus hingga telur ikan lain. Aktivitasnya bahkan dapat merusak dasar sungai dan habitat organisme lain.

Persaingan makanan juga menjadi tidak seimbang. Ikan lokal harus bersaing dengan spesies ini yang dikenal agresif dan mampu memakan berbagai jenis makanan.

Ikan sapu-sapu juga berpotensi membawa penyakit dari luar habitat aslinya. Patogen yang dibawanya dapat menginfeksi ikan lokal dan mempercepat penurunan populasi.

Kemampuannya bertahan di air tercemar serta kebiasaannya menggali lubang untuk berkembang biak turut memicu erosi di bantaran sungai. Kondisi ini membuat pengendalian ikan sapu-sapu menjadi semakin sulit.

Dengan berbagai dampak tersebut, keberadaan ikan sapu-sapu di alam liar dinilai mengancam keseimbangan ekosistem perairan dan kelangsungan spesies lokal.

Sumber: CNN Indonesia

Baca juga

Bagikan:

Apa yang Anda cari?