Distriknews.co Kutai Kartanegara – Sekretaris DPD PDI Perjuangan Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, menekankan pentingnya soliditas kader dalam Musyawarah Anak Cabang (Musancab) DPC PDIP Kutai Kartanegara yang digelar di Gedung Putri Karang Melenu, Sabtu (25/4/2025).
Dalam arahannya, Ananda menegaskan bahwa seluruh kader partai harus merapatkan barisan dan menyamakan langkah dalam menjalankan instruksi organisasi. Menurutnya, kekompakan menjadi kunci utama dalam menjaga kekuatan partai di tengah dinamika politik yang terus berkembang.
“Seluruh kader harus bergerak dalam satu irama. Bukan hanya sama dalam langkah, tetapi juga sama dalam rasa dan tujuan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kebersamaan kader tidak hanya ditunjukkan dalam aktivitas politik, tetapi juga dalam solidaritas emosional. Ketika ada kader yang menghadapi kesulitan, maka seluruh kader harus turut merasakan dan membantu. Sebaliknya, kebahagiaan juga harus dirasakan bersama.
Menurut Ananda, pola gerak kader harus bersifat kolektif. Ia menekankan bahwa tidak boleh ada pergerakan yang berjalan sendiri-sendiri di dalam tubuh partai.
“Ketika satu bergerak, maka semuanya harus bergerak bersama,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia memaparkan dua fokus utama yang harus menjadi perhatian kader PDIP ke depan. Pertama, konsolidasi elektoral dalam rangka menghadapi Pemilu 2029. Hal ini meliputi penguatan struktur partai, persiapan calon legislatif, hingga kesiapan saksi di setiap tingkatan.
“Konsolidasi ini penting agar kita siap secara organisasi dan mampu memenangkan kontestasi politik ke depan,” katanya.
Kedua, konsolidasi kerja-kerja kerakyatan. Ananda meminta seluruh kader, khususnya di Kutai Kartanegara, untuk terus turun langsung ke masyarakat, menyerap aspirasi, dan memberikan solusi atas persoalan yang dihadapi warga.
Ia juga menyoroti bahwa PDIP memiliki kekuatan tiga pilar, yakni eksekutif, legislatif, dan struktur partai. Dengan kekuatan tersebut, kader diharapkan mampu menjangkau hingga ke akar rumput serta memahami kebutuhan masyarakat secara lebih mendalam.
Selain itu, Ananda turut menyinggung kondisi ekonomi global yang berdampak hingga ke daerah, termasuk Kutai Kartanegara yang mengalami penurunan APBD. Oleh karena itu, kader partai diminta berani menyuarakan program-program yang tepat sasaran dan benar-benar dibutuhkan masyarakat.
“Dalam situasi seperti ini, kader harus hadir dengan solusi. Program yang disampaikan harus relevan dan menyentuh kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.
Penulis: Muhammad Zailany


