Distriknews.co Kutai Kartanegara – Ketua DPC PDI Perjuangan Kutai Kartanegara, Rendi Solihin, menegaskan pentingnya penguatan organisasi dan soliditas kader dalam pelaksanaan Musyawarah Anak Cabang (Musancab) DPC PDIP Kukar yang digelar di Gedung Putri Karang Melenu, Sabtu (25/4/2025).
Dalam kegiatan tersebut, Musancab disebut menjadi momentum bersejarah karena untuk pertama kalinya dilaksanakan secara menyeluruh di 20 kecamatan di wilayah Kutai Kartanegara. Agenda utama yang diusung adalah penyegaran kepengurusan di tingkat Pimpinan Anak Cabang (PAC).
“Ini menjadi pertama kalinya dalam sejarah kita menggelar Musancab secara luas. Ada pengurus yang tetap melanjutkan, ada juga yang kita dorong ke tingkat DPC, dan posisi yang kosong diisi oleh kader-kader baru, mayoritas anak muda,” ujar Rendi.
Ia menjelaskan, regenerasi kepengurusan ini diharapkan mampu membawa energi baru dalam perjuangan partai. Menurutnya, kehadiran generasi muda menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan organisasi sekaligus menjawab tantangan politik ke depan.
“Harapannya, penyegaran ini menghadirkan semangat baru. Kami tetap berada di rumah besar Banteng dengan keyakinan soliditas partai tetap terjaga,” katanya.
Selain itu, Rendi juga menekankan bahwa partainya akan terus membuka diri terhadap seluruh lapisan masyarakat. Pembenahan internal, termasuk peningkatan kualitas kantor DPC, menjadi bagian dari upaya menjadikan partai lebih inklusif.
“Kita ingin partai ini terbuka, menerima semua golongan, semua kelompok masyarakat,” lanjutnya.
Fokus lain yang menjadi perhatian adalah penguatan peran generasi muda, khususnya Gen Z dan Gen Alpha. Ia menilai kelompok usia tersebut perlu mulai dikenalkan dengan kesadaran politik sejak dini karena kebijakan politik akan berdampak langsung pada kehidupan mereka.
“Bahkan yang masih duduk di kelas 3 SMP, dalam beberapa tahun ke depan sudah menjadi pemilih. Mereka harus mulai memahami pentingnya politik,” jelasnya.
Dari sisi strategi, Rendi menegaskan bahwa arah gerak partai ke depan adalah memperkuat basis akar rumput, bukan sekadar membangun rivalitas politik. Seluruh kader diminta aktif turun ke masyarakat, menyerap aspirasi, serta menghadirkan solusi nyata.
“Kunci kita adalah turun ke lapangan, menyapa masyarakat, mendengar, dan memberikan solusi. Itu strategi utama kita,” tegasnya.
Dalam sambutannya, Rendi juga mengingatkan bahwa politik bagi PDI Perjuangan bukan sekadar soal kekuasaan, melainkan alat perjuangan untuk kesejahteraan rakyat. Ia menilai keberhasilan sejati adalah ketika masyarakat merasakan langsung manfaat dari kebijakan.
“Ketika anak petani bisa kuliah, jalan kampung diperbaiki, pedagang kecil bisa berusaha dengan tenang, itulah kemenangan yang sesungguhnya,” ucapnya.
Ia juga menegaskan bahwa partainya tidak mentolerir praktik politik dua kaki. Seluruh kader diminta untuk tetap konsisten, fokus, dan bekerja nyata di tengah masyarakat.
“Partai ini bukan partai transit. Kita tidak mengenal politik dua kaki. Semua kader harus tegak lurus dan konsisten dalam perjuangan,” katanya.
Menutup arahannya, Rendi mengajak seluruh kader untuk tetap solid dan bersiap menghadapi Pemilu 2029. Ia menekankan pentingnya kerja nyata dan persatuan dalam meraih kemenangan.
“Tahun 2029 kita rebut kemenangan, kita menangkan hati rakyat, dan pastikan Kutai Kartanegara tetap menjadi kandang banteng,” pungkasnya.
Penulis: Muhammad Zailany


