Distriknews.co – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) akan menggelar Festival Kota Juang Sanga-Sanga selama sepekan penuh, mulai 25 Januari hingga 1 Februari 2026. Festival tahunan ini diproyeksikan tidak hanya sebagai agenda hiburan, tetapi juga sebagai pengungkit ekonomi lokal dan penguatan identitas historis daerah.
Persiapan kegiatan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang berlangsung di Pendopo Wakil Bupati Kukar, Senin malam (19/1/2026). Pemerintah daerah menegaskan bahwa festival harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Sanga-Sanga.
Anggota DPRD Kukar dari Daerah Pemilihan IV, Rahmat Dermawan, mengatakan bahwa pesan utama dari pimpinan daerah adalah memastikan festival berdampak langsung pada perputaran ekonomi warga. Dengan durasi kegiatan selama tujuh hari, peningkatan aktivitas masyarakat dinilai berpotensi mendorong konsumsi dan transaksi lokal.
“Festival ini tidak boleh berhenti pada tontonan. Manfaatnya harus dirasakan masyarakat, khususnya sektor UMKM dan ekonomi sekitar,” kata Rahmat.
Selain aspek ekonomi, Festival Kota Juang juga diposisikan sebagai sarana promosi wilayah. Pemerintah Kabupaten Kukar ingin menegaskan perhatian pembangunan hingga ke kecamatan, termasuk Sanga-Sanga yang memiliki nilai historis sebagai Kota Juang. Tahun ini, festival turut menonjolkan ikon baru kawasan tersebut, seperti Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan patung Ir. Soekarno.
Di tengah kebijakan efisiensi anggaran daerah, pelaksanaan festival tetap menyesuaikan kemampuan fiskal. Rahmat menyebut pemerintah menyiasati keterbatasan tersebut dengan memperluas kolaborasi lintas sektor, melibatkan pihak swasta dan partisipasi masyarakat.
Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, menegaskan bahwa pendekatan kolaboratif menjadi kunci penyelenggaraan festival tahun ini. Sejumlah hiburan rakyat dan agenda pendukung tetap digelar dengan dukungan sponsor dan pihak ketiga, di luar pembiayaan APBD.
“Hiburan untuk masyarakat tetap ada, tetapi sebagian besar didukung pihak ketiga. Ini sejalan dengan arahan pemerintah daerah untuk memperkuat kolaborasi,” ujar Rendi.
Ia menyampaikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan telah difinalisasi dan dinyatakan siap. Selain ekspo UMKM dan hiburan rakyat, festival juga akan dirangkai dengan peresmian patung Bung Karno serta berbagai lomba yang melibatkan masyarakat.
Menurut Rendi, total dana kolaborasi dari seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) mencapai sekitar Rp1,2 miliar untuk tujuh hari kegiatan. Anggaran tersebut mencakup agenda rutin festival serta kegiatan tambahan berskala khusus.
“Festival ini kami harapkan berjalan tertib, memberi manfaat ekonomi, dan tetap menjaga nilai budaya Sanga-Sanga. Ini bukan sekadar perayaan, tetapi bagian dari penguatan identitas Kota Juang,” katanya.
(Zy)


