Kolaborasi PSSI dan Pemerintah, Dorong Perkembangan Sepak Bola Usia Muda

redaksi

Foto: Sepak Bola Usi Muda Kalimantan Timur.

Samarinda – Pembangunan sepak bola Indonesia tidak hanya menjadi tanggung jawab PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia), tetapi juga memerlukan keterlibatan aktif dari pemerintah daerah untuk mencapai kemajuan yang signifikan, terutama pada tingkat pengembangan pemain muda.

Rasman Rading, Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga (PPO) Dispora Kalimantan Timur (Kaltim), menegaskan bahwa kolaborasi antara PSSI dan pemerintah daerah sangat krusial untuk menciptakan ekosistem yang mendukung perkembangan sepak bola dari level dasar hingga profesional. 

“Peran pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan sepak bola di tingkat lokal sangat penting. Kami di Dispora Kaltim senantiasa berkomunikasi dengan PSSI untuk memastikan bahwa langkah-langkah pengembangan sepak bola terkoordinasi dengan baik,” ujar Rasman.

Sinergi antara PSSI dan pemerintah daerah sejalan dengan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2019, yang bertujuan mempercepat pembangunan sepak bola nasional. Instruksi ini menggarisbawahi pentingnya keterlibatan aktif pemerintah dalam mendukung program-program sepak bola, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.

Sebagai contoh, Dispora Kaltim baru-baru ini terlibat dalam penyelenggaraan Kejuaraan Sepak Bola Piala Gubernur Kaltim 2024 untuk kategori usia U-13 dan U-15. Kompetisi ini diharapkan menjadi wadah untuk mencari bakat-bakat muda di Kaltim dan meningkatkan kualitas mereka melalui pengalaman bertanding yang lebih intens.

Rasman juga menambahkan bahwa kompetisi sepak bola seperti ini menjadi langkah konkret dalam membina pemain muda sejak usia dini, sehingga mereka dapat berkembang menjadi pemain profesional yang dapat berkompetisi di tingkat nasional.

Dia berharap pemerintah daerah di seluruh Indonesia dapat lebih proaktif dalam mengalokasikan anggaran untuk penyelenggaraan kompetisi sepak bola, yang tidak hanya bermanfaat untuk prestasi, tetapi juga untuk peningkatan kualitas pembinaan sepak bola di daerah masing-masing.

“Kolaborasi yang erat antara PSSI dan pemerintah daerah bisa menciptakan sistem pembinaan sepak bola yang lebih terstruktur dan efektif. Kami berharap ini bisa mendorong prestasi sepak bola daerah dan nasional,” ujar Rasman.

Untuk mewujudkan tujuan ini, Rasman juga meminta agar Asosiasi Kabupaten (Askab) dan Asosiasi Kota (Askot) dapat lebih aktif menjalin komunikasi dengan pemerintah daerah, sehingga program pembinaan sepak bola bisa berjalan optimal dan terus berkembang.

Dia berharap, dengan langkah-langkah tersebut, kegagalan tim sepak bola Kaltim yang gagal lolos ke PON 2024 tidak akan terulang pada PON 2028. “Kami optimis bahwa kerja sama ini bisa mengantarkan sepak bola Kaltim ke prestasi yang lebih tinggi di masa depan,” tutupnya.

Baca juga

Bagikan:

Apa yang Anda cari?