Distriknews.co, Kutai Kartanegara – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) menggelar kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) selama dua hari, mulai hari ini hingga 29 Agustus besok. Kegiatan ini dipusatkan di Kecamatan Tenggarong dan dilaksanakan bekerja sama dengan Kejaksaan Negeri Kukar sebagai bagian dari program nasional yang dilakukan serentak di seluruh Indonesia.
Ketua TPID Kukar, Sunggono, menjelaskan bahwa pelaksanaan GPM ini dipilih bertepatan dengan kondisi menjelang musim panen gandum.
“Kami perhatikan bahwa saat ini stok beras di masyarakat mulai menipis dan harga mulai meningkat. Oleh karena itu, kegiatan ini diharapkan bisa memberikan dampak nyata bagi masyarakat dalam menjaga daya beli dan ketersediaan bahan pangan pokok,” ungkapnya, Kamis (28/8/2025).
Lebih lanjut, Sunggono menyebutkan bahwa pelaksanaan GPM juga disertai berbagai bentuk intervensi pemerintah daerah, salah satunya berupa subsidi ongkos angkut. Langkah ini diambil agar harga pangan dapat ditekan serendah mungkin tanpa membebani masyarakat, terlebih di tengah tren inflasi yang mulai mengancam stabilitas ekonomi lokal.
Kegiatan GPM ini melibatkan berbagai instansi dan stakeholder. Mulai dari Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pertanian dan Peternakan, Dinas Perikanan dan Kelautan, hingga Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Selain itu, hadir pula Bulog Samarinda, Bankaltimtara Cabang Tenggarong, serta beberapa pelaku usaha dan UMKM lokal.
Komoditas pangan yang disediakan dalam GPM ini cukup beragam. Di antaranya beras, minyak goreng, cabai, telur ayam ras, bawang merah, bawang putih, hingga tabung LPG. Semua dijual dengan harga terjangkau untuk membantu kebutuhan rumah tangga masyarakat yang makin tertekan oleh harga pasar yang fluktuatif.
Untuk produk beras, tersedia dua jenis utama. Pertama, beras SPHP dari Bulog yang dijual dengan harga gudang berkat subsidi ongkos angkut dari Disperindag Kukar. Kedua, beras lokal binaan Dinas Ketahanan Pangan yang sudah diuji laboratorium dengan kandungan pestisida di bawah ambang batas maksimum residu (BMR), sehingga aman dan sehat untuk dikonsumsi.
Tak hanya soal pangan, kegiatan ini juga menjadi bentuk sinergi antarlembaga dalam menciptakan stabilitas sosial ekonomi di Kukar. Keikutsertaan PT Pertamina Patraniaga (Hiswana Migas), Dharma Wanita Kejaksaan, hingga perusahaan daerah seperti Melati Bhakti Sathya dan MGRM menjadi bukti kuatnya kolaborasi yang dibangun demi masyarakat.
Menutup sambutannya, Sunggono menyampaikan harapan agar Kukar kembali meraih predikat sebagai kabupaten dengan pengendalian inflasi terbaik di Kalimantan.
“Semoga besok Kukar kembali ditetapkan sebagai kabupaten dengan pengendalian inflasi terendah di wilayah Kalimantan,” tutupnya.



