Mahasiswa dan Masyarakat Kukar Gelar Aksi Simbolis May Day, Soroti Insentif Guru hingga PHK Tambang

redaksi

Distriknews.co Tenggarong – Aliansi mahasiswa dan masyarakat Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar aksi simbolis dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di simpang empat Bundaran Taman Musik Tenggarong, Jumat (1/5/2026). Aksi tersebut dipimpin Presiden BEM Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta), Zulkarnain, bersama sejumlah organisasi masyarakat sipil.

Dalam aksi itu, massa menyuarakan sejumlah persoalan yang dinilai menjadi isu faktual di Kukar, mulai dari keterlambatan pembayaran insentif guru honorer, rendahnya kesejahteraan guru, hingga maraknya pemutusan hubungan kerja (PHK) di sektor pertambangan.

Zulkarnain mengatakan, persoalan insentif guru honorer menjadi perhatian serius karena hingga saat ini terdapat informasi bahwa pembayaran belum dilakukan selama empat bulan terakhir.

“Ini menjadi tanda tanya serius bagi kami, mengapa kondisi seperti ini bisa terjadi,” ujarnya saat menyampaikan orasi.

Selain itu, ia menilai kesejahteraan guru masih jauh dari kata layak. Menurutnya, profesi guru memiliki peran penting dalam mencerdaskan generasi bangsa, namun hak-haknya belum sepenuhnya diperhatikan.

“Kedua, terkait gaji guru yang kami nilai masih sangat belum layak. Guru merupakan pendidik yang mencerdaskan bangsa, tetapi di sisi lain hak-haknya belum sepenuhnya diperhatikan oleh pemerintah,” katanya.

Isu lain yang turut disoroti dalam aksi tersebut ialah meningkatnya PHK di sektor pertambangan. Zulkarnain menyebut kondisi itu menjadi kekhawatiran tersendiri bagi mahasiswa, khususnya mahasiswa yang menempuh pendidikan di bidang pertambangan.

“Sebagai mahasiswa Unikarta, hal ini menjadi kekhawatiran tersendiri bagi kami. Apalagi di Unikarta terdapat program studi Teknik Pertambangan. Ini menjadi perhatian serius mengenai bagaimana nasib mahasiswa setelah lulus nanti,” ungkapnya.

Menurutnya, Hari Buruh tidak hanya menjadi momentum bagi pekerja yang masih aktif bekerja, tetapi juga bagi masyarakat yang belum mendapatkan pekerjaan ataupun yang terdampak PHK.

Dalam kesempatan itu, BEM Unikarta juga menegaskan komitmennya untuk terus membersamai masyarakat dalam menyuarakan persoalan-persoalan sosial yang dinilai tidak adil.

“Kami berkomitmen untuk tetap berada di barisan buruh dan masyarakat yang tertindas. Ketika ada persoalan yang kami nilai tidak adil dan merugikan masyarakat, kami akan terus membersamai masyarakat Kutai Kartanegara,” tegas Zulkarnain.

Terkait persoalan insentif guru honorer, pihaknya mengaku masih melakukan pendalaman dan pengkajian lebih lanjut sebelum mengambil langkah lanjutan kepada instansi terkait.

“Kami masih memperdalam isu tersebut, dan ketika hasil kajian telah rampung, kami akan mendatangi dinas terkait untuk mempertanyakan secara langsung apa yang sebenarnya terjadi,” jelasnya.

Aksi simbolis tersebut ditutup dengan seruan solidaritas yang disampaikan massa aksi. Mereka menyerukan dukungan terhadap perjuangan buruh, guru, petani, serta masyarakat yang dinilai masih menghadapi ketidakadilan sosial dan ekonomi di Kutai Kartanegara.

Penulis: Muhammad Zailany

Baca juga

Bagikan:

Apa yang Anda cari?