KM Dahliya F3 Tenggelam di Ulak Besar Mahakam, Seluruh Penumpang Selamat

redaksi

Distriknews.co Muara Kaman – Kecelakaan air kembali terjadi di perairan Sungai Mahakam. Kapal taksi penumpang KM Dahliya F3 yang melayani rute Samarinda–Long Bagun dilaporkan tenggelam di kawasan Ulak Besar, Desa Rantau Hempang, Kecamatan Muara Kaman, Kamis (12/2/2026) sekitar pukul 16.30 Wita.

Laporan kejadian tersebut disampaikan Komandan Kapal Polisi KP XII-2011, Aipda Albert Deman B, kepada Direktur Polairud Polda Kalimantan Timur. Dalam laporannya disebutkan bahwa peristiwa terjadi saat kapal tengah dalam perjalanan menuju Kecamatan Long Bagun, Kabupaten Kutai Barat.

“Pada hari Kamis tanggal 12 Februari 2026 pukul 16.30 Wita telah terjadi laka air kapal penumpang rute Samarinda–Long Bagun tenggelam di perairan Sungai Mahakam, tepatnya di Ulak Besar Desa Rantau Hempang, Kecamatan Muara Kaman,” demikian isi laporan resmi tersebut.

Kapal yang dinakhodai Mansah (45), warga Samarinda, bertolak dari Pelabuhan Samarinda sekitar pukul 07.00 Wita. Kapal mengangkut sembako, beras, serta enam unit sepeda motor, selain penumpang dan awak kapal. Dalam manifes tercatat total 42 orang, terdiri dari 30 penumpang dewasa, enam anak-anak, satu nahkoda, dan enam ABK.

Namun fakta di lapangan menunjukkan jumlah sebenarnya mencapai 52 orang. Rinciannya, terdapat 42 penumpang serta 10 kru kapal, termasuk nahkoda. Artinya, terdapat penambahan enam penumpang dan tiga awak kapal dari data manifes awal.

Menurut keterangan nahkoda, sekitar pukul 16.00 Wita kapal memasuki kawasan Ulak Besar dengan kondisi arus sungai yang deras. “Kapal terkena arus deras dengan kondisi muatan berat atau over capacity sehingga menyebabkan kapal oleng dan selanjutnya tenggelam,” sebagaimana dijelaskan dalam kronologi laporan.

Beruntung, dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa. Seluruh penumpang dan awak kapal berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Saat ini mereka berada di rumah kediaman Camat Muara Kaman untuk proses pendataan lebih lanjut.

Meski tanpa korban jiwa, kerugian materiel diperkirakan mencapai kurang lebih Rp1,5 miliar. Kerugian itu meliputi badan kapal dan mesin, muatan sembako dan beras, serta enam unit sepeda motor yang ikut tenggelam.

Sejumlah langkah cepat telah dilakukan aparat kepolisian, antara lain mendatangi lokasi kejadian, meminta keterangan nahkoda, melakukan pengumpulan bahan keterangan terhadap saksi-saksi, membantu proses evakuasi, serta berkoordinasi dengan Polsek Muara Kaman dan Sat Polairud Polres Kukar.

“Dugaan sementara laka air terjadi akibat over capacity atau kelebihan muatan dan terkena arus deras Ulak Besar Sungai Mahakam yang menyebabkan kapal oleng dan tenggelam,” tulis Aipda Albert dalam laporannya.

Saat ini nahkoda kapal telah diamankan di Polsek Muara Kaman guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut terkait perbedaan jumlah manifes dan kondisi muatan kapal saat kejadian.

Baca juga

Bagikan: