Distriknews.co Samarinda – Kasus meninggalnya seorang siswa SMK di Kalimantan Timur yang diduga berkaitan dengan penggunaan sepatu sempit akibat keterbatasan ekonomi memicu perhatian publik.
Peristiwa ini menyoroti masih adanya pelajar yang kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, termasuk perlengkapan sekolah.
Di saat yang sama, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp27,5 miliar untuk pengadaan sepatu melalui program Sekolah Rakyat.
Kondisi tersebut memunculkan perbandingan di tengah masyarakat. Di satu sisi, masih ada warga yang kesulitan membeli perlengkapan dasar. Di sisi lain, negara menyiapkan anggaran besar untuk program serupa dalam skala nasional.
Dilansir dari metrotvnews.com, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, menyampaikan duka cita yang mendalam atas peristiwa ini.
Ia menilai peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa negara harus hadir dalam memastikan setiap anak mendapatkan haknya, termasuk pendidikan yang layak dan aman.
“Peristiwa ini menjadi perhatian serius dan perlu dievaluasi secara menyeluruh,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (5/5/2026).
Situasi ini menjadi sorotan terkait pemerataan akses dan efektivitas penyaluran bantuan pendidikan.


