Sistem TC Baru, Atlet Muda Kaltim Siap Hadapi Pra POPNAS

redaksi

Foto: Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga (PPO) Dispora Kaltim, Rasman Rading. (dok)

Samarinda – Persiapan atlet Kalimantan Timur (Kaltim) untuk menghadapi Pra POPNAS Kendari 2024 mengambil pendekatan berbeda tahun ini. Tidak hanya mengandalkan pelatihan intensif, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim juga menerapkan strategi baru yang menitikberatkan pada keadilan distribusi atlet dan inovasi dalam pelatihan.

Dispora Kaltim mengadakan Training Camp (TC) selama 21 hari di Kompleks GOR Kadrie Oening, Samarinda, yang melibatkan delapan cabang olahraga (cabor). Namun, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, fokus tahun ini bukan hanya pada hasil kompetisi tetapi juga pada pengembangan berkelanjutan.

“Kami ingin memastikan bahwa proses seleksi dan pembinaan berjalan adil. Tidak ada dominasi dari klub-klub besar atau daerah tertentu,” ujar Rasman Rading, Kepala Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga (PPO) Dispora Kaltim, Senin (4/11/2024).

Sebanyak 156 orang dari delapan kabupaten/kota, termasuk Samarinda, Balikpapan, dan Bontang, terlibat dalam TC. Para atlet yang berusia 17 tahun ini dipilih berdasarkan seleksi ketat yang dilakukan di seluruh kabupaten/kota. Pendekatan ini dimaksudkan untuk memberikan peluang yang merata bagi semua daerah di Kaltim.

Pendekatan Komprehensif dalam Pelatihan
Untuk mendukung pembinaan yang maksimal, Dispora Kaltim menurunkan tim pelatih yang lengkap, mulai dari pelatih fisik, pelatih teknis, hingga tenaga pendukung lainnya. “Kami menggabungkan berbagai elemen pelatihan agar para atlet mendapatkan pembinaan yang menyeluruh, termasuk dari sisi mental,” tambah Rasman.

Strategi baru ini diharapkan dapat meningkatkan performa atlet sekaligus memperkuat solidaritas antar daerah. Rasman menekankan pentingnya kolaborasi antara atlet, pelatih, dan ofisial dalam menciptakan atmosfer kompetisi yang sehat.

Harapan Baru untuk Pra POPNAS
Dengan pendekatan yang lebih menyeluruh, Dispora Kaltim optimistis para atlet dapat memberikan penampilan terbaik di Kendari. Selain mengejar prestasi, ajang ini juga menjadi tolok ukur pembinaan olahraga di Kaltim.

“Kami berharap semua atlet bisa menunjukkan hasil dari kerja keras mereka selama TC dan membawa nama baik Kaltim,” tutup Rasman.

Langkah ini menjadi sinyal bahwa pembinaan olahraga di Kaltim tidak hanya berfokus pada medali tetapi juga pada membangun ekosistem olahraga yang inklusif dan berkelanjutan.

Baca juga

Bagikan:

Apa yang Anda cari?