Telur Kelinci dalam Perayaan Paskah

redaksi

Hari Raya Paskah.
Hari Raya Paskah.

Jakarta – Dibalik kegembiraan Paskah yang dirayakan seluruh umat Kristen di seluruh dunia, rupanya ada kisah menarik tentang telur kelinci yang berkaitan erat dan selalu menghiasi perayaannya.

Menurut sejarah, tradisi telur kelinci dalam perayaan Paskah pertama kali dikenalkan oleh para imigran Jerman yang tiba di Amerika.

Mereka membawa cerita tentang kelinci yang bertelur. Kemudian cerita itu justru diadaptasi menjadi bagian tak terpisahkan dari perayaan Paskah di berbagai belahan dunia.

Hingga akhirnya, membawa telur berwarna-warni sebagai hadiah pada perayaan musim semi menjadi sebuah tradisi.

Telur kelinci ini bukan sekadar hiasan semata, melainkan mengandung makna dan filosofi yang sangat dalam. Kelinci diyakini sebagai simbol kesuburan dan kehidupan baru.

Sementara telur, sebagai lambang kehidupan yang baru lahir ke dunia, memberikan nuansa kegembiraan dan harapan bagi umat Kristen yang merayakan peristiwa kebangkitan Kristus.

Tradisi telur kelinci dalam perayaan Paskah juga mencerminkan semangat kebersamaan dan keragaman budaya.

Meskipun memiliki akar sejarah yang kuat dalam kebudayaan Jerman, tradisi ini dengan cepat diadopsi oleh masyarakat di berbagai belahan dunia.

Dalam perayaan Paskah, telur kelinci tidak hanya menjadi hiasan meja atau hadiah bagi anak-anak, tetapi juga mengandung makna mendalam tentang harapan akan kehidupan baru dan kesuburan yang terus bersemi.

Baca juga

Bagikan:

Tinggalkan komentar