Internet Rumahan Baru Hadir di Indonesia, Starlink Tawarkan Kuota Tanpa Batas hanya Rp750 Ribu per Bulan!

redaksi

Starlink, penyedia layanan internet satelit milik Elon Musk.
Starlink, penyedia layanan internet satelit milik Elon Musk.

Jakarta – Elon Musk, pendiri OpenAi, kembali membuat gebrakan baru di ranah teknologi, dengan peluncuran layanan internet rumahan baru di Indonesia melalui Starlink.

Upaya pengusaha berusia 52 tahun ini untuk menyediakan konektivitas secara global pun terlihat nyata, dari penjualan paket internet rumahan dengan harga terjangkau dan kuota tanpa batas.

Paket langganan bulanan dibanderol seharga Rp750 ribu, sementara untuk perangkat keras seperti receiver sinyal dihargai sekitar Rp7,8 juta.

Dilansir dari situs resmi Starlink Indonesia, layanan tersebut nantinya akan menawarkan kecepatan internet tinggi dan latensi rendah, menjadikannya pilihan ideal bagi keluarga dan individu yang membutuhkan koneksi internet handal.

“Internet berkecepatan tinggi yang andal, di mana pun Anda tinggal. Rp750.000 per bulan, dengan biaya perangkat keras sebesar Rp7.800.000,” ungkap pernyataan resmi dari Starlink.

Tak hanya itu, pelanggan juga bisa menikmati layanan ini di mana pun mereka tinggal. Tentu dengan biaya bulanan terjangkau. Pasalnya, Starlink juga menawarkan layanan internet saat bepergian dan di perairan.

Namun, informasi terkait layanan ini masih belum tersedia secara detail di situs mereka.

Meski layanan ini telah tersedia di beberapa negara, tetapi peta ketersediaan layanan di situs Starlink menunjukkan bahwa Indonesia belum mendapat layanan tersebut.

Kendati begitu, diperkirakan layanan akan tersedia di tanah air pada tahun 2024.

Menanggapi ini, Direktur Jenderal (Dirjen) Penyelenggaraan Pos dan Informatika (PPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika, Wayan Tony Supriyanto, membenarkan bahwa Starlink telah mengajukan 2 izin di Indonesia, yaitu untuk penggunaan teknologi VSAT dan izin sebagai penyedia telekomunikasi atau ISP.

Walau izin layanan VSAT telah diperoleh, tapi izin untuk menjadi ISP masih dalam proses. “Starlink itu ada dua ya izinnya, mengajukan untuk VSAT dan penyediaan internet. Untuk yang VSAT itu mereka sudah membangun hub (pusat), semuanya dan stasiun perangkatnya sudah izin juga ke SDPPI,” bebernya.

Dengan kehadiran Starlink, diharapkan konektivitas internet di Indonesia dapat semakin merata dan terjangkau bagi masyarakat luas, serta mempercepat transformasi digital di berbagai sektor.

Baca juga

Bagikan:

Tinggalkan komentar