Distriknews.co, Kutai Kartanegara – Gerakan Pangan Murah (GPM) kembali menjadi tumpuan strategi Pemerintah dalam mengendalikan harga bahan pokok di awal tahun. Melalui Disperindag, pemerintah melaksanakan program ini di 30 titik yang tersebar di 18 kecamatan. Perluasan ini dinilai penting untuk menjangkau lebih banyak warga, khususnya di wilayah dengan tingkat kebutuhan tinggi.
Menurut Plt Kepala Disperindag, Mulyadi, pelaksanaan GPM menjadi bentuk nyata intervensi harga yang dibutuhkan masyarakat. Pihaknya menargetkan lokasi dengan tingkat fluktuasi harga paling tinggi serta daerah yang jauh dari akses pasar modern.
Komoditas yang dijual dalam GPM merupakan kebutuhan pokok harian, dengan harga lebih rendah dari pasaran. Kerja sama dengan Bulog memastikan pasokan tetap aman dan lancar. Langkah ini mendapat respon positif dari masyarakat karena mampu menekan pengeluaran rumah tangga secara signifikan.
Tak hanya mengatasi lonjakan harga, program ini juga dinilai mampu mengurangi beban masyarakat menjelang bulan-bulan penting seperti Ramadan atau menjelang tahun ajaran baru. Oleh karena itu, pelaksanaan GPM ke depan direncanakan lebih sering dengan variasi komoditas yang diperluas.
Disperindag berharap dengan konsistensi program ini, kestabilan harga dapat terus dijaga, dan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah tantangan ekonomi.
(Adv/DiskominfoKukar)


