TENGGARONG — Run Street Ramadhan Kukar kembali digelar sebagai wadah olahraga malam sekaligus platform penguatan ekonomi mikro. Acara ini melibatkan setidaknya 150 pelari dan puluhan pelaku UMKM lokal, yang menyediakan menu berbuka dan camilan tradisional pada kawasan start–finish.
Warga, atlet amatir, serta pengusaha kecil menyambut kegiatan ini secara antusias. Mereka berlomba menunjukkan semangat kebersamaan dan memanfaatkan momen Ramadhan untuk beraktivitas sehat. Jalan-jalan utama di pusat kota menjadi arena lari yang diisi lampu hias dan pengamanan lebih ketat dari aparat.
Panitia bekerja sama dengan Dinas Pemuda dan Olahraga serta Dinas Koperasi dan UMKM menetapkan area khusus UMKM. Sekitar 30 pedagang menghadirkan produk pangan, kerajinan, dan minuman sehat. Kehadiran mereka tidak hanya memeriahkan acara, tetapi juga menyentuh ekonomi lokal warga.
Kepala Dispora Kukar menyatakan kegiatan ini berhasil mendorong olahraga publik sekaligus memberi ruang bagi pengusaha kecil. Masing-masing pelaku UMKM memperoleh pendapatan tambahan signifikan, bahkan ada yang mencatat transaksi tertinggi sejak awal Ramadhan.
Penyelenggara menyediakan dukungan teknis dan logistik bagi pedagang, seperti meja, tenda, serta perlengkapan listrik. Proses pemasaran berjalan lancar, mulai pendaftaran online hingga pengaturan booth. Partisipasi perajin kuliner khas dan camilan lokal melengkapi suasana Ramadhan di malam hari.
Selain kegiatan fisik, berjalan santai pasca-lari juga menjadi program pelengkap. Peserta dan keluarga menikmati interaksi santai bersama pedagang dan komunitas lari. Atraksi musik akustik menjadikan nuansa keseharian Ramadhan terasa hangat, meriah, dan penuh manfaat ganda.
Pemerintah berencana menjadikan Run Street Ramadhan Kukar sebagai agenda tetap tahunan. Rencana kedepan mencakup penambahan kategori lomba jarak menengah dan lomba sprint untuk anak. Tujuan strategisnya adalah membangun event yang lebih inklusif serta berdaya ekonomi tinggi.


