Distriknews.co, Tenggarong – Upaya penanganan stunting di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) telah memasuki fase baru yang lebih terstruktur dan kolaboratif. Pada Minggu (18/5/2025), Bupati Kukar, Edi Damansyah, menyerukan pentingnya deteksi potensi stunting sejak dini sebagai fondasi masa depan anak-anak Kukar.
Menurut Edi, stunting tidak hanya soal pertumbuhan fisik, tapi juga mencerminkan kualitas kesehatan dan peluang hidup generasi mendatang. Oleh karenanya, Pemkab Kukar menempatkan pengukuran dan intervensi gizi sebagai prioritas utama dalam kebijakan daerah.
Angka penurunan yang signifikan menjadi bukti kerja keras Pemkab Kukar. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 dan validasi lokal, prevalensi stunting berhasil diturunkan dari 27,1 % pada 2022 menjadi 17,6 % pada 2023. Kabupaten Kukar bahkan memperoleh capaian intervensi sebesar 99,21 % dari target balita terdampak pada 2024.
Pelaksanaan pengukuran dan penimbangan serentak di seluruh Posyandu pada Juni 2024 mencatat capaian hampir 99 persen kunjungan balita yang diperiksa. Meski hasil tampak menggembirakan, Bupati Edi memperingatkan masih banyak anak dengan potensi stunting — kondisi anak belum stunted, tetapi menunjukkan gangguan pertumbuhan awal akibat kekurangan gizi.
Sebagai respon strategis, Pemkab Kukar telah menjalankan program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) selama dua bulan bagi balita berisiko tinggi. Evaluasi pada Oktober 2024 menunjukkan sebagian besar balita yang diberi intervensi menunjukkan perbaikan gizi yang signifikan, menandakan efektivitas program.
“Tindak lanjut PMT ini menjadi bagian penting untuk memastikan dampak perubahan terasa nyata di tingkat keluarga dan desa,” ujar Edi.
Kukuhkan strategi lintas sektor, Pemkab Kukar merancang skema intervensi yang melibatkan tenaga kesehatan, kader PKK, perangkat desa, hingga tokoh masyarakat. Model kolaboratif ini diharapkan memperkuat implementasi program berbasis data hingga level desa.
Lingkup intervensi ditargetkan mencakup 48 desa lokus prioritas penyebab stunting, dengan model pendataan keluarga secara presisi untuk mendeteksi kasus secara personal dan cepat.
Pemkab juga menyiapkan revitilisasi posyandu pembantu dan optimalisasi fungsi Pustu agar pelayanan kesehatan lebih merata dan cepat ditangani.
“Kunci keberhasilan adalah komitmen seluruh elemen — mulai dari keluarga hingga pemerintah daerah — agar anak-anak kita tumbuh sehat, kuat, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” pungkas Edi.
(Adv/DiskominfoKukar)


