Kukar Wakili Kaltim di Festival Bangun Desa Indonesia 2025

redaksi

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto

Distriknews.co, Kutai Kartanegara – Kutai Kartanegara kembali menjadi sorotan nasional setelah ditunjuk mewakili Kalimantan Timur dalam ajang Festival Bangun Desa Indonesia 2025. Festival ini akan menampilkan capaian pembangunan desa dari seluruh provinsi di Indonesia, dengan fokus pada penguatan ketahanan pangan berbasis komunitas.

Kepercayaan ini diberikan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim kepada Kukar karena dinilai memiliki komitmen dan rekam jejak kuat dalam pengelolaan pembangunan desa. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto, menyatakan bahwa pihaknya kini tengah menyeleksi ketat desa-desa yang akan diikutsertakan. “Kami ingin menampilkan desa yang benar-benar sudah merasakan dampak program, bukan hanya sebatas dokumen atau rencana,” tegasnya.

Kriteria utama dalam seleksi meliputi konsistensi pengelolaan dana desa, keberhasilan program ketahanan pangan, dan bukti kontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat. Data dari dpmk.kukarkab.go.id mencatat bahwa lebih dari 80 persen desa di Kukar telah menjalankan program ketahanan pangan sejak 2022, mulai dari budidaya hortikultura, perikanan air tawar, hingga peternakan skala rumah tangga.

Festival Bangun Desa Indonesia 2025 sejalan dengan Asta Cita ke-8 Presiden RI, yaitu membangun Indonesia dari pinggiran melalui penguatan desa dan daerah. Program ini dirancang untuk mendorong replikasi praktik terbaik pembangunan desa yang berbasis potensi lokal dan partisipasi masyarakat.

Arianto menambahkan bahwa keberhasilan desa dalam menjaga ketahanan pangan tidak bisa diseragamkan. “Setiap desa punya kekuatan lokal yang berbeda. Yang penting adalah bagaimana potensi itu dikelola untuk memenuhi kebutuhan pangan warga secara berkelanjutan,” jelasnya.

Salah satu desa yang disebut berpeluang mewakili Kukar adalah Desa Mulawarman, yang selama tiga tahun terakhir berhasil mengembangkan kawasan pangan mandiri berbasis lahan pekarangan. Menurut kukarkab.go.id, desa ini mampu menurunkan angka ketergantungan bahan pangan luar hingga 40 persen berkat program budidaya cabai, sayur, dan ikan lele.

Festival ini tidak hanya menjadi ajang apresiasi, tapi juga ruang strategis bagi desa-desa di Indonesia untuk saling belajar. Desa-desa yang terpilih akan mempresentasikan inovasi mereka di hadapan panel nasional yang terdiri dari akademisi, kementerian, dan pegiat pembangunan desa.

Dengan persiapan yang matang dan dukungan penuh pemerintah daerah, Kukar optimistis bisa menunjukkan kualitas pembangunan desa yang inklusif, berbasis bukti, dan berdampak langsung pada masyarakat.

(Adv/DiskominfoKukar)

Baca juga

Bagikan:

Apa yang Anda cari?