Kukar Bangun Pondok Tahfidz untuk Cetak Generasi Berakhlak

redaksi

Ilustrasi Tahfidz

Distriknews.co, Kutai Kartanegara – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara terus mendorong pembangunan sumber daya manusia berbasis nilai keagamaan melalui pembangunan Pondok Tahfidz Al-Qur’an di Kelurahan Bukit Biru, Kecamatan Tenggarong. Proyek ini menjadi bagian penting dari program unggulan “Satu Desa Satu Tahfidz Al-Qur’an” yang telah berjalan sejak 2022.

Bupati Kukar, Edi Damansyah, menegaskan bahwa pembangunan pondok tahfidz bukan sekadar untuk meningkatkan kemampuan hafalan Al-Qur’an. Lebih dari itu, pondok ini diharapkan menjadi pusat pembinaan karakter dan akhlak anak-anak sejak usia dini. “Kami ingin anak-anak Kukar tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga kuat secara moral dan spiritual,” ujar Edi, Kamis, 8 Mei 2025.

Lokasi pondok yang berada di kawasan perbukitan Bukit Biru dipilih dengan pertimbangan suasana yang kondusif, jauh dari keramaian dan polusi kota. Menurut kukarkab.go.id, kawasan ini juga masuk dalam zona hijau pengembangan pendidikan, yang mendukung perencanaan jangka panjang pemerintah daerah.

Program ini juga melibatkan kolaborasi antara Pemkab Kukar dan lembaga keagamaan yang sudah memiliki pengalaman dalam pendidikan tahfidz. Salah satu mitra yang diajak bergabung adalah Yayasan Masjid Al-Anshar, yang akan menyediakan tenaga pengajar profesional dan sistem pendidikan yang terstandarisasi. “Pemkab siapkan infrastrukturnya, lembaga mitra siapkan SDM-nya. Kami ingin hasil yang terukur dan berkelanjutan,” jelas Edi.

Program “Satu Desa Satu Tahfidz Al-Qur’an” sendiri sudah diterapkan di lebih dari 80 desa di Kukar sejak diluncurkan. Berdasarkan data dari dpmk.kukarkab.go.id, program ini telah mencetak lebih dari 2.000 santri aktif hingga 2024. Hal ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap pendidikan keagamaan yang terstruktur.

Selain pendidikan Al-Qur’an, pondok tahfidz ini juga akan menjadi ruang pembinaan keterampilan dasar, seperti etika digital, kepemimpinan islami, dan literasi lingkungan. Ini sejalan dengan target Kukar untuk mencetak generasi muda yang siap menghadapi tantangan global tanpa kehilangan identitas keagamaannya.

Pemkab Kukar juga berencana meniru model serupa di kecamatan lain. Tujuannya adalah memperluas akses pendidikan berbasis nilai moral, sekaligus memperkuat jati diri daerah sebagai bagian dari pembangunan karakter bangsa. “Kami ingin ini jadi gerakan masif. Bukan sekadar bangun gedung, tapi bangun manusia,” tegas Edi.

Dengan pendekatan terintegrasi dan dukungan dari berbagai pihak, Kukar optimistis pondok tahfidz di Bukit Biru akan menjadi role model pendidikan karakter berbasis agama yang berhasil dan bisa direplikasi di seluruh wilayah.

(Adv/DiskominfoKukar)

Baca juga

Bagikan:

Tags

Apa yang Anda cari?