Bank Sampah Kukar Jadi Sumber Ekonomi Rumah Tangga

redaksi

Bank Sampah Kukar.

Distriknews.co, Kutai Kartanegara – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara memperkuat sistem bank sampah sebagai solusi nyata untuk mengatasi persoalan lingkungan sekaligus menciptakan nilai ekonomi baru di tengah masyarakat. Melalui pendekatan ekonomi sirkular, sampah tak lagi dianggap limbah, melainkan aset produktif.

Bupati Kukar, Edi Damansyah, menegaskan pentingnya mengubah pola pikir masyarakat dalam melihat sampah. Menurutnya, sampah rumah tangga bisa menjadi sumber penghasilan jika dikelola dengan sistem yang tepat. “Sampah tidak akan pernah habis. Tapi kita bisa ubah itu jadi peluang ekonomi,” kata Edi, Jumat, 9 Mei 2025.

Bank sampah menjadi bagian dari strategi Pemkab Kukar dalam membangun budaya memilah dan mengelola sampah sejak dari rumah. Warga yang menyetorkan sampah terpilah ke bank sampah akan mendapatkan imbalan berupa uang tunai, yang nilainya tergantung pada jenis dan volume sampah. Ini terbukti mendorong partisipasi aktif warga di berbagai kecamatan.

Data dari dlhk.kukarkab.go.id menunjukkan bahwa pada 2024, terdapat lebih dari 120 unit bank sampah aktif di Kukar yang tersebar di desa dan kelurahan. Rata-rata bank sampah tersebut mengelola 1,5 hingga 2 ton sampah per bulan, yang sebagian besar berasal dari rumah tangga dan sektor informal.

Edi juga menekankan pentingnya keterlibatan warga secara langsung. Menurutnya, perubahan hanya bisa dicapai jika masyarakat menjadi pelaku utama. “Pemerintah bisa menyediakan pelatihan dan fasilitas, tapi tanpa kesadaran masyarakat, hasilnya tidak akan maksimal,” jelasnya.

Pemkab Kukar terus mendorong pengembangan bank sampah melalui penyediaan sarana pemilahan, pelatihan kader lingkungan, serta kemitraan dengan pelaku usaha daur ulang. Program ini menjadi bagian dari Gerakan Kukar Bersih dan Sehat, yang telah dicanangkan sejak 2023.

Sebagai tambahan, Kukar juga mendorong integrasi bank sampah ke dalam sistem ekonomi lokal. Beberapa UMKM telah memanfaatkan bahan daur ulang untuk memproduksi kerajinan dan barang bernilai jual tinggi. Menurut dpmptsp.kukarkab.go.id, ada lebih dari 40 UMKM berbasis limbah yang telah aktif di wilayah ini.

Dengan sinergi yang tepat antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta, bank sampah di Kukar bukan hanya alat edukasi lingkungan, tetapi juga instrumen pemberdayaan ekonomi keluarga.

(Adv/DiskominfoKukar)

Baca juga

Bagikan:

Apa yang Anda cari?