Target 52 Desa Tanpa Koperasi Jadi Prioritas Kukar

redaksi

Ilustrasi

Distriknews.co, Kutai Kartanegara – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui Dinas Koperasi dan UKM (Diskop UKM) berfokus membentuk Koperasi Merah Putih di seluruh desa dan kelurahan. Target utama tahun ini adalah menjangkau 52 wilayah yang belum memiliki koperasi aktif.

Pelaksana Tugas Kepala Diskop UKM Kukar, Thaufiq Zulfian Noor, mengatakan bahwa 52 wilayah tersebut menjadi prioritas awal. Pendekatan berbasis desa dianggap strategis karena memungkinkan keterlibatan langsung warga dalam pengawasan dan pengelolaan koperasi. “Partisipasi warga penting. Koperasi yang muncul dari musyawarah desa dan sesuai kebutuhan biasanya lebih bertahan lama,” ujar Thaufiq.

Koperasi yang sudah ada juga sedang dievaluasi melalui musyawarah desa. Tujuannya adalah menentukan apakah perlu didirikan koperasi baru, merevitalisasi koperasi lama, atau mengembangkan yang sudah ada. Model seperti ini diharapkan memperkuat akuntabilitas dan profesionalitas pengelolaan koperasi di tingkat desa.

Pembentukan koperasi ini sejalan dengan upaya pemerintah pusat membangun 80.000 Koperasi Merah Putih secara serentak di seluruh Indonesia. Kukar sendiri telah menggelar rapat percepatan pembentukan koperasi pada Mei 2025, bersama Wakil Menteri Koperasi dan SKPD terkait.

Selain itu, pemerintah kabupaten juga berhasil meluncurkan koperasi Merah Putih di 237 desa dan kelurahan secara serentak. Peluncuran simbolis ini digelar di Desa Tanah Datar, Kecamatan Muara Badak, sekaligus menjadi momentum penguatan ekonomi lokal.

Keberhasilan Desa Tanah Datar juga menjadi contoh inspiratif. Melalui modal awal Rp130 juta, koperasi desa tersebut mengembangkan unit usaha ayam petelur dan budidaya ikan lele dengan omzet sekitar Rp6 juta per bulan. Desa ini bahkan menjadi koperasi desa pertama di Kalimantan yang mengantongi sertifikat AHU.

Model pemberdayaan koperasi di Kukar juga menyasar pemberian akses pembiayaan bagi koperasi desa atau BUMDes hingga Rp1–5 miliar per pihak, membuka peluang usaha dan percepatan ekonomi kerakyatan.

Dengan dukungan penuh pemerintah pusat dan lokal, serta pelibatan aktif perangkat desa dan masyarakat, diharapkan koperasi Merah Putih dapat menjadi motor penggerak penguatan ekonomi rakyat yang inklusif, profesional, dan berkelanjutan.

(Adv/DiskominfoKukar)

Baca juga

Bagikan:

Tags

Apa yang Anda cari?