Distriknews.co, Kutai Kartanegara – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara terus memperkuat infrastruktur pertanian demi memastikan ketahanan pangan jangka panjang. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah pembangunan embung di Kelurahan Bukit Biru, Tenggarong. Proyek ini menjadi prioritas dalam strategi menjadikan Kukar sebagai salah satu lumbung pangan utama di Kalimantan Timur.
Bukit Biru masuk dalam daftar lima kawasan prioritas pengembangan pertanian di Kukar. Pemerintah daerah menetapkan kawasan ini sebagai titik awal percontohan pembangunan sarana air yang mendukung produktivitas lahan. Embung berfungsi sebagai sumber irigasi utama saat musim kemarau dan menjaga stabilitas pasokan air sepanjang tahun.
Bupati Kutai Kartanegara, Edi Damansyah, menegaskan bahwa embung bukan proyek biasa, melainkan komponen penting dalam penguatan sektor pangan lokal. “Kami berkomitmen memenuhi kebutuhan infrastruktur seperti embung dan saluran irigasi. Ini bagian dari strategi kami dalam memperkuat sektor pertanian,” ujarnya.
Dalam laman resmi kutaikartanegarakab.go.id, disebutkan bahwa sektor pertanian menjadi penopang utama ekonomi Kukar, khususnya pada subsektor tanaman pangan dan hortikultura. Data 2023 mencatat luas lahan pertanian aktif di Kukar mencapai lebih dari 70 ribu hektare. Dengan dukungan sarana irigasi seperti embung, produktivitas petani diharapkan meningkat signifikan.
Pembangunan embung juga mendukung program ketahanan pangan nasional yang tengah digencarkan pemerintah pusat. Menurut Bupati Edi, Kukar siap menjadi penyangga utama dalam rantai pasokan pangan di Kalimantan Timur. “Ini bukan hanya soal Kukar, tapi soal kontribusi kita terhadap ketahanan pangan nasional,” tegasnya.
Selain Bukit Biru, Pemkab Kukar juga telah merencanakan pembangunan embung dan jaringan irigasi serupa di kawasan lain seperti Tenggarong Seberang dan Loa Kulu. Wilayah-wilayah ini dinilai memiliki potensi besar dalam produksi beras, sayuran, dan komoditas hortikultura lainnya.
Edi menambahkan, penguatan pertanian Kukar tidak hanya fokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga penguatan kelembagaan petani dan akses terhadap pasar. Pemerintah tengah mendorong sinergi antara petani, penyuluh, serta BUMDes agar hasil panen bisa dikelola dan dipasarkan lebih optimal.
Dengan langkah ini, Kukar menegaskan posisinya sebagai kabupaten agraris yang siap menjawab tantangan pangan di masa depan. “Kami ingin memastikan sektor pertanian Kukar tidak hanya bertahan, tapi tumbuh dan berdaya saing,” pungkas Edi.
(Adv/DiskominfoKukar)


