Distriknews.co, Kutai Kartanegara – Ketahanan pangan menjadi gerakan nyata di Kukar. Pada Kamis, 5 Juni 2025, panen dan tanam jagung serentak digelar di Gunung Wang, Kelurahan Loa Ipuh Darat, melibatkan TNI, Polri, dan Pemkab Kukar sebagai simbol sinergi lintas sektor.
Panen seluas satu hektare menghasilkan sekitar 1,5 ton jagung. Kolaborasi ini tak hanya simbol, tetapi mencerminkan dukungan nyata dari instansi seperti Polres Kukar dan Kodim 0906/KKR, serta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian melalui Kepala Bidang Sarana dan Prasarana, Moh. Rifani. Ia menyatakan, “Panen ini bersifat uji coba. Namun Pemkab siap mendukung pembukaan lahan untuk produksi tanaman pangan maupun hortikultura”.
Polri konsisten mendukung peningkatan produksi jagung, sementara TNI fokus pada padi. Peran aktif Bhabinkamtibmas dan Babinsa memperkuat pemantauan hingga tingkat desa, menjaga validitas data yang menjadi dasar perencanaan optimal.
Kini, hingga kuartal II 2025, luas lahan produktif jagung sudah mencapai 38 hektare, meningkat dari 30 hektare sebelumnya. Total hasil panen menembus 68,4 ton dari 60 hektare yang digarap.
Strategi ini sejalan dengan visi Kukar sebagai lumbung pangan di Kalimantan Timur, yang tercantum dalam RPJMD 2021–2026 serta penetapan lima kawasan pertanian terintegrasi—meliputi Tenggarong, Loa Kulu, Sebulu, Muara Kaman, dan Marangkayu. Sinergi aktif dengan TNI dan Polri memperkuat komunikasi antarinstansi dan mempercepat realisasi target pangan.
Program ini juga mendukung swasembada pangan nasional. Keterlibatan lintas sektor bukan hanya soal produktivitas, tetapi juga stabilitas data dan jaminan distribusi yang tepat sasaran. Ke depan, Dinas Pertanian Kukar secara rutin melakukan rapat percepatan dengan TNI dan Polri untuk menjaga kelancaran program.
Dengan dukungan kuat dan kolaborasi yang terbukti efektif, harapan lahir bahwa program ini akan berkembang lebih besar dan berdampak positif dalam ketahanan pangan Kukar. Pemerintah optimis, gerakan serempak ini menjadi fondasi bagi pembangunan pertanian yang tahan banting dan berkelanjutan.
(Adv/DiskominfoKukar)


