Distriknews.co, Kutai Kartanegara – Desa Jembayan Tengah, Kecamatan Loa Kulu, menyelenggarakan Festival Kampung Seraong ke-5 dari 10 hingga 12 Juni 2025. Festival ini menjadi puncak peringatan Hari Ulang Tahun ke-19 desa setelah sempat ditunda karena Iduladha. Acara dibuka di halaman kantor desa oleh Camat Loa Kulu, Ardiansyah, dengan sambutan antusias dari warga, tokoh adat, dan pejabat seperti Anggota DPRD Kaltim Baharuddin Demu serta Kabid Kebudayaan Disdikbud Kukar Puji Utomo.
Pembukaan berlangsung khidmat dengan dua upacara adat: tari penyambutan dan tepung tawar, disusul pemotongan tumpeng sebagai simbol semangat bersama. Ardiansyah menyatakan bahwa festival bukan sekadar seremoni, tapi wujud pelestarian budaya sekaligus penggerak ekonomi desa dengan melibatkan UMKM lokal sesuai arahan Bupati Kukar.
Kepala Desa Masnur menambahkan bahwa festival ini mengakui Desa Jembayan Tengah sebagai miniatur budaya nusantara. Beragam suku seperti Kutai, Dayak, Banjar, Jawa, dan Bugis berpartisipasi dengan penampilan tradisional, ritual beseprah, hingga seni topeng. Semua talenta yang tampil adalah generasi lokal asli desa.
Agenda festival juga mencakup bazar UMKM, pawai budaya, lomba mewarnai, doorprize, zumba, hingga tablig akbar—menjadikan acara ini inklusif dan melibatkan berbagai lapisan masyarakat. Melalui festival, produk lokal mendorong perputaran ekonomi langsung di desa.
Festival Kampung Seraong sudah rutin digelar sejak 2019, walau sempat vakum akibat pandemi. Tahun ini kembali meriah dan didukung oleh Dispar Kukar sebagai bagian dari program Kukar Kaya Festival, yang memperkuat ekonomi kreatif berbasis budaya.
Menurut data Wikipedia, Kecamatan Loa Kulu adalah wilayah multi-etnis dengan dominasi Banjar, Kutai, Jawa, dan Dayak. Hal ini menjadikan festival sebagai ruang penguatan jati diri dan pendidikan lintas budaya antarwarga.
Dengan semangat bersama dan didukung program pemerintah daerah, Festival Kampung Seraong bukan hanya merayakan hari jadi desa, tapi juga menjadi pijakan kuat menuju desa wisata budaya yang mandiri secara ekonomi dan lestari secara kultural.
(Adv/DiskominfoKukar)


