Distriknews.co, Kutai Kartanegara – Festival Kampung Seraong ke-5 di Desa Jembayan Tengah, Kecamatan Loa Kulu, yang digelar pada 10 Juni 2025 menjadi momentum penting bagi pelaku UMKM lokal. Acara ini bukan sekadar perayaan budaya, tapi juga ruang strategis untuk pelaku usaha lokal memperkenalkan produk dan membangun jaringan pemasaran baru.
Sejak pagi, halaman kantor desa dipenuhi warga dari berbagai usia. Anak-anak senang menyaksikan pagelaran seni tradisional, sementara orang tua dan pemuda penasaran mencicipi jajanan khas dan berbelanja produk lokal UMKM. Suasana penuh kegembiraan ini menggambarkan kerinduan akan festival yang menghibur sekaligus produktif.
Ketua panitia Fahriyah menekankan bahwa festival ini bukan sekadar seremonial tahunan. Festival ini adalah penghargaan terhadap leluhur desa dan media penguatan identitas bersama. “Tugas kita merawat dan menghidupkannya,” ujarnya.
Sebanyak puluhan UMKM membuka stan. Produk yang ditampilkan mencakup kue tradisional, kerajinan tangan, madu kelulut, beras lokal, dan sambal khas desa. Kehadiran UMKM di festival ini menunjukkan peluang nyata meningkatkan pendapatan dan jangkauan pasar bagi masyarakat.
Camat Loa Kulu Ardiansyah mengingatkan bahwa keterlibatan UMKM dalam setiap acara budaya adalah bagian dari strategi pemerataan ekonomi desa. Ia menegaskan bahwa UMKM sejajar dengan budaya sebagai penopang kesejahteraan masyarakat. “Kami dorong kepala desa menghadirkan UMKM-nya,” ujarnya.
Festival ini selaras dengan visi Kukar Idaman, yang mendorong terciptanya desa mandiri. Melalui festival, desa mempraktikkan partisipasi ekonomi berbasis budaya menjadi suatu pendekatan pemberdayaan masyarakat lokal yang progresif.
Fakta: Per 2023, Kukar telah memiliki 76 desa mandiri dan 69 desa maju sementara desa tertinggal telah teratasi sepenuhnya. Ini menunjukkan kemajuan menyeluruh dan dukungan program seperti Kukar Idaman dalam pengembangan desa.
Partisipasi tinggi warga, sebagai panitia, relawan, hingga pelaku usaha, tentu menciptakan rasa memiliki serta memperkuat kohesi sosial. Festival menjadi ruang sosial, edukasi, dan ekonomi yang terpadu.
Bagi UMKM, acara ini lebih dari sekadar event tahunan: ini adalah momentum awal penguatan ekonomi lokal berbasis potensi desa. Festival Kampung Seraong menunjukkan bahwa sinergi antara budaya, masyarakat, dan pelaku usaha lokal adalah resep sukses menuju desa yang maju, mandiri, dan sejahtera.
(Adv/DiskominfoKukar)


