Distriknews.co, Tenggarong – Pemerintah Kecamatan Loa Kulu kini aktif mengembangkan program Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) demi menciptakan lingkungan bersih sekaligus meningkatkan kesejahteraan warganya. Sejak resmi aktif pada 2024, program ini terbukti memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Salah seorang warga, Nur, mengaku kini sampah rumah tangga yang dahulu dianggap tak berguna telah berubah menjadi sumber tambahan penghasilan. “Setelah dipilah, seperti kertas atau botol, sampah dijual dengan harga yang lebih pasti,” ujarnya.
Ia menyebutkan bahwa dari kegiatan memilah dan menjual sampah, bisa didapatkan penghasilan sekitar Rp30.000 hingga Rp50.000. Meskipun tidak besar, jumlah tersebut cukup membantu mencukupi kebutuhan sehari-hari. Hal ini juga mendorong masyarakat lain untuk turut berperan dalam menjaga lingkungan.
Muhammad Fadli, Kepala Seksi Pelayanan Umum Kecamatan Loa Kulu, menjelaskan bahwa pengelolaan TPS3R dilakukan dengan pendekatan langsung ke warga. “Satu bank sampah bahkan dapat meraih pendapatan hingga Rp1 juta,” jelas Fadli.
Menurut Fadli, sampah tidak hanya dijual, tetapi juga diolah kembali menjadi bahan batako atau pupuk organik. Dengan begitu, beban pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dapat dikurangi, sementara limbah rumah tangga menjadi lebih bermanfaat.
Ia juga menyampaikan bahwa meskipun TPS3R dibangun pada tahun 2023, pengoperasiannya baru aktif setahun kemudian. Dalam waktu singkat, program ini telah menunjukkan dampak positif dan mendapat dukungan dari masyarakat.
“Inovasi dalam pengelolaan sampah sangat penting untuk menghadapi tantangan masa kini, sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” ucap Fadli. Ia berharap program ini menjadi inspirasi bagi wilayah lain untuk mengembangkan pengelolaan sampah mandiri.
Kini, Kecamatan Loa Kulu dikenal bukan hanya karena kebersihannya, tetapi juga karena keberhasilannya dalam menjadikan sampah sebagai sumber kesejahteraan. Program TPS3R membuktikan bahwa pengelolaan limbah yang tepat mampu menciptakan ekonomi berbasis lingkungan.
(Adv/DiskominfoKukar)


