Disperindag Kukar Gelar Operasi Pasar LPG 3 Kg di Tengah Kelangkaan

redaksi

Dinas Perdagangan dan Industri (Disperindag) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) gelar operasi pasar di sembilan kecamatan, Minggu (15/6)

Distriknews.co, Tenggarong – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara kini mengambil langkah cepat merespons krisis gas LPG 3 kg yang dikeluhkan warga. Melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), operasi pasar digelar di Kecamatan Tenggarong. Penyaluran gas dilakukan di lima lokasi strategis yang dinilai rawan kelangkaan.

Langkah ini dianggap krusial mengingat gas 3 kg sangat dibutuhkan oleh rumah tangga berpenghasilan rendah dan pelaku usaha mikro. “Gas 3 Kg ini sangat vital, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan pelaku UMKM,” ujar Sayid Fathullah, Plt Kepala Disperindag Kukar.

Lokasi-lokasi tersebut antara lain lapangan sepak bola dekat Kantor Lurah Timbau, depan Kantor Lurah Panji, lapangan voli Jalan Gunung Belah, halaman Kantor Lurah Mangkurawang, dan Lapangan Sepak Bola Kelurahan Jahab. Sayid menyebutkan, kegiatan ini menjadi upaya jangka pendek agar distribusi gas kembali stabil.

Sayid mengungkapkan bahwa tingginya permintaan, khususnya dari pelaku UMKM di kawasan pariwisata seperti Titik Nol dan area Car Free Day, menjadi faktor utama kelangkaan. “Kebutuhan pelaku UMKM terhadap LPG 3 Kg menjadi salah satu penyebab utama terjadinya kelangkaan,” katanya. Sementara itu, gas nonsubsidi dikabarkan masih cukup tersedia.

Ketidakseimbangan ini diperparah dengan tingginya ketergantungan masyarakat kecil terhadap gas subsidi karena faktor harga. Pemerintah pun menilai perlu ada intervensi langsung agar kebutuhan mendesak masyarakat terpenuhi. Sayid menekankan bahwa fokus utama kini adalah pemerataan distribusi.

Dalam penanganannya, Disperindag Kukar telah meminta tambahan pasokan sebanyak 20.000 tabung ke Pertamina. Persetujuan telah diperoleh dan pendistribusian akan dilakukan dalam waktu dekat melalui 14 titik di berbagai kecamatan. “Lima titik dilaksanakan di Tenggarong, dua di Tenggarong Seberang dan sisanya akan disalurkan ke kecamatan lain,” ungkap Sayid.

Diharapkan dengan langkah ini, aktivitas masyarakat kembali normal, terutama bagi pelaku UMKM yang terdampak paling besar. Pemerintah juga berencana memperluas operasi pasar bila masih ditemukan daerah dengan kekurangan pasokan. Evaluasi berkala akan terus dilakukan agar distribusi tepat sasaran.

(Adv/DiskominfoKukar)

Baca juga

Bagikan:

Apa yang Anda cari?