Camat Loa Kulu Ajak Kades dan RT Maksimalkan Program Pemkab

redaksi

Camat Loa Kulu, Ardiansyah

Distriknews.co, Kutai Kartanegara – Pemerintah Kecamatan Loa Kulu mendorong para kepala desa dan ketua rukun tetangga untuk memanfaatkan secara maksimal program yang disiapkan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara. Dorongan ini disampaikan Camat Loa Kulu, Ardiansyah, dalam agenda koordinasi yang membahas percepatan pembangunan di tingkat desa.

Ardiansyah menegaskan kolaborasi antara pemerintah desa dan pemerintah kabupaten menjadi kunci keberhasilan pembangunan. Ia mencontohkan capaian 15 desa di wilayahnya yang telah berstatus Desa Mandiri. Status ini sesuai indikator Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, mencakup aspek pelayanan publik, perekonomian, dan ketahanan lingkungan.

Salah satu program yang disorot adalah Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) untuk RT. Pada 2025, anggaran sebesar Rp50 juta per RT telah cair dan diterima ketua RT. Tahun depan, Pemkab Kukar berencana meningkatkan nominalnya menjadi Rp150 juta. Ardiansyah meminta agar dana ini diarahkan pada program prioritas seperti kebersihan lingkungan, perbaikan fasilitas umum, dan kegiatan pemberdayaan masyarakat.

Ia mengingatkan pentingnya pengelolaan dana yang transparan dan akuntabel. Pemerintah kecamatan siap melakukan pendampingan agar setiap RT dapat membuat laporan pertanggungjawaban yang sesuai regulasi. Hal ini selaras dengan misi Pemkab Kukar yang menempatkan tata kelola pemerintahan bersih dan akuntabel sebagai salah satu prioritas RPJMD 2021-2026.

Ardiansyah juga menekankan kebersihan sebagai faktor penting kenyamanan warga. Ia meminta RT menjaga agar rumput liar di pinggir jalan tidak dibiarkan tumbuh tinggi, mengingat Loa Kulu menjadi salah satu jalur utama menuju kawasan wisata di Kukar.

Selain aspek kebersihan, ia mengapresiasi Festival Kampong Seraong yang rutin digelar Desa Jembayan Tengah. Menurutnya, kegiatan budaya dan UMKM ini sejalan dengan visi Bupati Kukar membangun masyarakat sejahtera berbasis ekonomi kerakyatan. Data Dinas Pariwisata Kukar mencatat, festival ini menarik lebih dari 1.500 pengunjung setiap tahun dan memberikan dampak positif pada perputaran ekonomi desa.

Pemerintah kecamatan berharap seluruh desa mengembangkan kegiatan serupa yang mengangkat potensi lokal. Ardiansyah menilai langkah ini dapat memperkuat identitas desa, meningkatkan partisipasi masyarakat, dan mendukung pertumbuhan ekonomi wilayah.

Ia menutup dengan ajakan kepada seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga sinergi, memanfaatkan setiap program, dan memastikan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

(Adv/DiskominfoKukar)

Baca juga

Bagikan:

Apa yang Anda cari?