Distriknews.co, Kutai Kartanegara – Kehadiran Anggota DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) Rahmat Dermawan di RT 18 dan RT 10 Kelurahan Sangasanga Dalam menjawab harapan panjang warga. Pembangunan Posyandu Ketutantri yang telah lama diusulkan kini memasuki tahap akhir. Warga menyambut gembira realisasi program ini karena dinilai penting untuk pelayanan kesehatan ibu dan anak.
Rahmat menegaskan posyandu merupakan fasilitas vital di tingkat kelurahan. “Posyandu adalah ujung tombak pelayanan kesehatan. Dengan pembangunan ini, kita berharap pelayanan menjadi lebih optimal dan menjangkau semua warga,” katanya saat meninjau langsung lokasi pembangunan di Jalan Dr. Wahidin, RT 18.
Ketua RT 18, Ruju Sugito, mengapresiasi langkah nyata wakil rakyat dari Dapil IV tersebut. Ia menyebut Rahmat tidak sekadar berjanji, melainkan hadir dan mendengar kebutuhan masyarakat. “Beliau berani turun ke lapangan, tidak hanya bicara di atas kertas. Ini yang kami butuhkan,” ujarnya.
Pembangunan Posyandu Ketutantri disebut menjadi bukti komitmen DPRD Kukar terhadap pemerataan layanan kesehatan. Data Dinas Kesehatan Kukar 2024 mencatat, kebutuhan posyandu aktif di kecamatan Sangasanga mencapai 18 titik, namun baru 11 yang memiliki fasilitas permanen. Kehadiran posyandu baru ini diharapkan mempersempit kesenjangan pelayanan.
Ruju juga mengingatkan masih banyak infrastruktur yang memerlukan perhatian. “Kami berharap pembangunan serupa berlanjut, meski kami paham semua dilakukan bertahap karena daerah lain juga butuh perhatian,” ujarnya.
Ketua Posyandu Ketutantri, Rusiah, menyebut fasilitas baru akan meningkatkan kenyamanan pemeriksaan balita dan ibu hamil. “Warga tidak perlu jauh mencari layanan, apalagi jika darurat,” katanya.
Sejumlah warga seperti Fitriani mengaku terbantu. Menurutnya, kehadiran posyandu ini akan memudahkan deteksi dini stunting dan memperbaiki gizi balita. Kukar sendiri masih mencatat angka stunting sekitar 18 persen, sehingga posyandu berperan penting sebagai garda depan intervensi.
Rahmat menyatakan DPRD Kukar terus mendorong percepatan pembangunan kesehatan berbasis komunitas. “Kami berkomitmen menghadirkan pelayanan yang dekat dengan masyarakat,” tutupnya.


