Distriknews.co, Kutai Kartanegara – Pemerintah Desa Loa Duri Ulu, Kecamatan Loa Janan, menghadirkan inovasi layanan digital bernama SIDA-BUSU (Sistem Informasi Data dan Administrasi Berbasis Umum dan Sumberdaya Unggul). Aplikasi ini bertujuan mempercepat birokrasi dan memudahkan masyarakat mengurus administrasi desa secara efisien dan transparan.
Kepala Desa Loa Duri Ulu, Muhammad Arsyad, menjelaskan aplikasi ini telah siap digunakan warga sejak awal Juli 2025. SIDA-BUSU terhubung langsung dengan aplikasi DISAPA-IDAMAN milik Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, sehingga layanan desa lebih terintegrasi.
Berbagai layanan tersedia melalui SIDA-BUSU, termasuk pembuatan Surat Keterangan Domisili, Keterangan Tidak Mampu, Keterangan Kematian, Keterangan Beda Nama, hingga dokumen organisasi. Masyarakat dapat mengunggah berkas dan mengikuti proses administrasi dari rumah, cukup memindai barcode yang dipasang di tiap RT.
“Warga yang berada di luar daerah tetap bisa mengurus dokumen tanpa harus pulang ke kampung. Setelah selesai, dokumen bisa langsung dicetak atau disimpan secara digital,” jelas Arsyad. Ia menambahkan, aplikasi ini menjadi langkah nyata Desa Loa Duri Ulu menuju status desa digital.
Langkah ini sejalan dengan program Pemkab Kukar yang mendorong digitalisasi layanan publik di desa-desa. Kepala DPMD Kukar, Arianto, menyatakan pihaknya mengapresiasi inisiatif Desa Loa Duri Ulu. Ia mencontohkan Desa Bhuana Jaya sebagai desa digital yang sudah berjalan sebelumnya.
“Inovasi ini mempermudah masyarakat, mempercepat pelayanan, dan meningkatkan transparansi. DPMD Kukar terus mendukung desa-desa yang berinovasi demi kemudahan warga,” ujar Arianto. Digitalisasi layanan juga sejalan dengan tujuan pemerintah daerah meningkatkan efektivitas administrasi dan akses publik.
Selain efisiensi, aplikasi ini mendorong keterlibatan warga dalam pemantauan dokumen dan pelayanan. Pendekatan ini meningkatkan akuntabilitas, sekaligus mengurangi risiko keterlambatan atau kesalahan administrasi.
Dengan hadirnya SIDA-BUSU, Desa Loa Duri Ulu menegaskan komitmennya menjadi desa digital dan mendorong transformasi pelayanan publik berbasis teknologi. Inovasi ini diharapkan menjadi contoh bagi desa lain di Kutai Kartanegara.
(Adv/DPMD/Kukar)


