Pembangunan Jembatan Tanjung Tamannoh Perkuat Wisata Desa Pela

redaksi

ist.

Distriknews.co, Kutai Kartanegara – Desa Wisata Pela, Kecamatan Kota Bangun, terus menguatkan infrastruktur pariwisata dengan pembangunan jembatan menuju Tanjung Tamannoh di tepi Danau Semayang. Destinasi baru ini diharapkan menjadi magnet wisata sekaligus mempermudah akses pengunjung.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Bekayuh Beumbai dan Bebudaya (B3), Alimin, menjelaskan proyek ini berlanjut berkat dukungan dana aspirasi DPRD Kutai Kartanegara sebesar Rp 200 juta, yang disalurkan melalui kecamatan ke desa.

“Tahun 2025 ini kita menerima bantuan dari aspirasi DPRD Kukar masuk ke kecamatan, lalu diteruskan ke desa sebesar Rp 200 juta,” ujar Alimin.

Proyek jembatan sepanjang 850 meter ini telah rampung sekitar 700 meter. Sisa 150 meter menjadi target penyelesaian tahun ini. Jembatan ini tidak hanya menghubungkan wilayah, tetapi juga memperkuat keterkaitan masyarakat dengan potensi wisata alam setempat.

Selain dana aspirasi, pembangunan jembatan juga didukung Dana Desa. Tahun ini sekitar 30 meter tambahan akan dibangun menggunakan kayu ulin berkualitas, dengan lebar dua meter, menghubungkan ujung kampung dengan area gazebo wisata.

“Alokasi Dana Desa tahun ini sekitar 30 meter untuk menambah jembatan, semoga bisa tembus tahun ini,” jelas Alimin.

Keberadaan jembatan di Tanjung Tamannoh diharapkan meningkatkan kunjungan wisatawan lokal dan nasional. Selain akses, proyek ini menjadi simbol keberhasilan kolaborasi pemerintah, DPRD, dan masyarakat dalam membangun destinasi wisata berkelanjutan.

Desa Pela kini juga tengah mengembangkan fasilitas pendukung lain, termasuk gazebo, homestay percontohan, dan wahana air seperti banana boat dan paddle boat. Semua ini selaras dengan strategi Dispar Kukar untuk mendorong desa wisata berbasis ekowisata dan budaya lokal.

Dengan pembangunan jembatan dan fasilitas baru, Tanjung Tamannoh siap menjadi destinasi unggulan di Kalimantan Timur, menarik wisatawan, sekaligus meningkatkan perekonomian lokal melalui pariwisata desa.

(Adv/Disparkukar)

Baca juga

Bagikan:

Apa yang Anda cari?